
Ilustrasi, Teknologi ADAS. (Tim Samuel/Pexels)
JawaPos.com - Keselamatan di jalan masih menjadi tantangan besar. Sekitar 94 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh faktor kesalahan manusia, baik nasional maupun global. Mulai dari visibilitas yang terbatas hingga keterlambatan respons dalam situasi lalu lintas yang berubah cepat. Dengan kondisi jalan raya yang semakin dinamis, kewaspadaan pengemudi saja sering kali tidak cukup.
Karena itu, teknologi keselamatan aktif seperti Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) semakin relevan sebagai sistem pendukung berkendara, menghadirkan peringatan dini dan intervensi terbatas saat dibutuhkan. Berikut peran penting ADAS dalam penggunaan sehari-hari:
Mengatasi Keterbatasan Visibilitas
Titik buta kerap menimbulkan risiko saat berpindah jalur, terutama di lalu lintas padat. Fitur seperti blind spot detection memberikan notifikasi ketika terdapat kendaraan di area yang sulit terlihat, sehingga pengemudi memiliki waktu tambahan untuk memastikan manuver dilakukan dengan aman.
Menjaga Kendali di Situasi Dinamis
Perubahan arus lalu lintas yang cepat menuntut respons yang tepat. Dengan membaca kondisi sekitar secara real time, ADAS membantu pengemudi menyesuaikan kecepatan dan jarak secara lebih akurat, tanpa mengurangi peran utama pengemudi di balik kemudi.
Membentuk Gaya Berkendara Lebih Stabil
Akselerasi dan pengereman mendadak tidak hanya meningkatkan risiko, tetapi juga mengurangi kenyamanan. ADAS membantu menjaga ritme berkendara yang lebih halus dan konsisten, terutama saat perjalanan jauh atau dalam kondisi lalu lintas yang padat.
Teknologi Pendukung, Bukan Pengganti
Dengan dukungan sensor, radar, dan kamera, ADAS memantau kondisi lalu lintas sekitar kendaraan dan memberikan peringatan dini jika muncul potensi bahaya. Namun, pemahaman dan peran pengemudi tetaplah penting, lantaran teknologi ini dirancang untuk meningkatkan kewaspadaan, bukan menggantikan tanggung jawab pengemudi.
“Bagi Bosch, inovasi dalam teknologi keselamatan dirancang untuk membantu pengemudi dalam menghadapi berbagai situasi jalan melalui sistem yang adaptif, presisi dan andal. Dengan pendekatan ini, teknologi berfungsi sebagai lapisan mitigasi risiko yang efektif. Pengembangan ADAS memerlukan penelitian dan pengujian mendalam untuk memastikan sistem tersebut bekerja selaras dengan karakteristik jalan di setiap negara,” ujar Country Sales Director Bosch Mobility Indonesia, Bernard Simanjuntak
Dengan pemahaman yang tepat, ADAS dapat menjadi mitra terpercaya bagi pengemudi dalam menjaga keselamatan, sekaligus menegaskan bahwa teknologi tetap membutuhkan kesadaran manusia di balik kemudi.
Seiring meningkatnya adopsi fitur keselamatan aktif, teknologi turut membentuk perilaku berkendara yang lebih tepat dan konsisten di tengah lalu lintas yang kompleks.
“Bagi Bosch, teknologi memainkan peran integral dalam transformasi menuju sistem transportasi yang lebih cerdas, aman dan terhubung,” jelas Bernard.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
