Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 11 Agustus 2025 | 20.34 WIB

Kontroversi Pemblokiran Game Roblox, Komisi X Dorong Literasi Digital Anak untuk Tumbuhkan Sikap Kritis

Gameplay game Roblox. (BlueStacks) - Image

Gameplay game Roblox. (BlueStacks)

JawaPos.com - Rencana pemblokiran game Roblox mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, termasuk dari parlemen. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, mendukung kebijakan pelarangan permainan digital, Roblox untuk pelajar. 

Ia menilai larangan tersebut harus diiringi kebijakan sistematis, termasuk peningkatan literasi digital di sekolah. Sebab, tantangan digital yang dihadapi anak-anak Indonesia tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mencakup aspek etika, keamanan, dan ketahanan mental. 

"Literasi digital bukan proyek penyuluhan teknologi, tetapi proyek peradaban yang menentukan kualitas demokrasi dan kemanusiaan masa depan," kata Lalu kepada wartawan, Senin (11/8).

Ia mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memasukkan literasi digital ke dalam kurikulum nasional sebagai bagian dari pendidikan karakter di era digital. Penyusunan kurikulum, kata Lalu, harus melibatkan psikolog, pendidik, komunitas digital, serta anak dan remaja. 

"Kurikulum yang baik bukan hanya sarat jargon digital, tetapi juga membumi dan kontekstual," ujarnya.

Ia menyambut baik wacana yang lebih awal disampaikan Mendikdasmen Abdul Mu’ti  melarang anak-anak di bawah umur memainkan Roblox, karena dianggap memuat banyak adegan kekerasan. Ia khawatir murid SD belum mampu membedakan adegan nyata dan rekayasa, apalagi sebagian besar konten Roblox dibuat pengguna tanpa sistem penyaringan.

Tak dipungkiri, digitalisasi menjadi tantangan serius karena anak-anak kini tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga sasaran algoritma negatif seperti adiksi gawai, hoaks, cyberbullying, dan manipulasi data pribadi. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan kesadaran kritis, perlindungan privasi, dan etika berteknologi.

"Anak-anak harus memahami bahwa tidak semua yang viral itu benar, tidak semua yang gratis itu aman, dan tidak semua yang disukai algoritma itu layak diikuti," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore