
Ilustrasi: Samsung dukung pengembangan deteksi penyakit Alzheimer secara digital lewat perangkat tablet.
JawaPos.com - Bidang teknologi dan kesehatan selalu berhubungan erat. Kemajuan yang dibuat dalam sains kemudian membentuk dasar kedokteran modern, mulai dari menyembuhkan penyakit dan memfasilitasi operasi hingga memainkan peran penting dalam diagnosis awal.
Saat ini juga banyak perusahaan teknologi seperti Apple mulai berfokus untuk menghadirkan solusi kesehatan digital ke garis depan produk mereka. Apple Watch misalnya, perangkat ini cukup terkenal karena kerap berperan dalam pencegahan awal beberapa kejadian medis baik yang disebabkan karena kecelakaan atau penyakit bawaan.
Kini, langkah serupa datang dari Korea Selatan. Samsung dikabarkan telah mengumumkan mendukung diagnosis digital Alzheimer melalui penggunaan Galaxy Tab S8+. Samsung telah mengumumkan mendukung diagnosis digital Alzheimer menggunakan Galaxy Tab S8+ Enterprise Edition.
Anak perusahaan Swiss perusahaan telah berkolaborasi dengan Bottneuro AG, sebuah startup teknologi medis, untuk melakukan penelitian tentang pengembangan solusi diagnosis Alzheimer. Bottneuro telah mengembangkan teknologi yang mengidentifikasi area otak tempat terjadinya Alzheimer melalui data 3D MRI dan PET, dan melakukan perawatan target elektrik dengan neurostimulator yang dikembangkan sendiri 'Mia Mind'.
“Kami sedang mencari solusi sederhana dan andal untuk aplikasi kami. Kami menemukannya dengan Galaxy Tab S8+ 5G Enterprise Edition dan Samsung memberi kami dukungan besar dalam pengembangannya,” kata Julius Klaas, CTO Bottneuro AG dilansir dari laman resmi Samsung.
Galaxy Tab S8+ digunakan untuk mengontrol neurostimulator dan mengirimkan data perawatan. Perkembangan ini membuat diagnosis dini jauh lebih mudah dan dapat diakses.
Solusi yang dikembangkan melalui penelitian ini akan diberikan kepada pasien klinis di rumah sakit di Swiss. Samsung berencana untuk memasok 100 produk Galaxy Tab S8+ pada bulan Juni, dengan jumlah unit yang dipasok akan meningkat menjadi 2.500 pada akhir tahun ini dan Samsung menargetkan bakal memperluas pasokan produk ke berbagai kawasan, termasuk Eropa, tahun depan.
Diketahui juga, penggunaan diagnosis digital untuk penyakit Alzheimer menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia populasi global. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), saat ini ada sekitar 50 juta orang di seluruh dunia yang menderita demensia, dengan penyakit Alzheimer sebagai bentuk yang paling umum. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat tiga kali lipat pada tahun 2050.
Menurut WHO, diperkirakan 50 juta orang di seluruh dunia menderita demensia, dan penyakit Alzheimer menyumbang 60-70 persen kasus demensia. Pada tahun 2021, jumlah penderita demensia diproyeksikan menjadi sekitar 55 juta, dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat menjadi 78 juta pada tahun 2030 dan 139 juta pada tahun 2050, karena penuaan populasi global.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
