JawaPos.com - Seorang mantan eksekutif di Samsung Electronics didakwa atas tuduhan mencuri teknologi perusahaan untuk mendirikan pabrik chip saingannya di Tiongkok. Terdakwa, yang juga bekerja sebagai wakil presiden di SK Hynix, pembuat chip terkemuka lainnya, dituduh mendapatkan data Samsung secara ilegal dengan tujuan membangun fasilitas peniru yang hanya berjarak 1,5 km dari pabrik manufaktur chip Samsung di Xian, Tiongkok.
Jaksa telah memperkirakan bahwa pencurian data telah mengakibatkan kerugian setidaknya USD 233 juta atau berkisar Rp 3,4 triliun lebih bagi Samsung Electronics. Selain itu, dilansir dari Reuters via Gizmochina, insiden ini dipandang sebagai ancaman signifikan terhadap keamanan ekonomi nasional.
Sebab, industri chip Korea Selatan saat ini sedang menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah persaingan yang terus berlanjut antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
Terdakwa, yang ditangkap bulan lalu, membantah tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Tanggal persidangan belum dikonfirmasi oleh pengadilan yang menangani kasus tersebut.
Jaksa juga telah mendakwa enam orang lain yang diyakini terlibat. Termasuk dalam daftar tersangka merupakan seorang karyawan dari perusahaan inspeksi yang dituduh membocorkan rencana arsitektur pabrik semikonduktor Samsung.
Perkembangan ini terjadi pada saat Korea Selatan secara aktif mendukung sektor chipnya. Baik Samsung Electronics dan SK Hynix, dua produsen chip memori teratas dunia, telah banyak berinvestasi di pabrik chip di Tiongkok.
Sementara perusahaan-perusahaan ini mengandalkan teknologi dan peralatan Amerika Serikat (AS), sekitar 40 persen ekspor chip Korea Selatan diarahkan ke Tiongkok. Meskipun Tiongkok awalnya tertinggal dalam produksi chip memori, perusahaannya dengan cepat mengejar pesaing Korea Selatan.
Analis memperkirakan bahwa kesenjangan teknologi antara chip NAND Flash yang diproduksi oleh YMTC di Tiongkok dan pemimpin industri seperti Samsung Electronics dan SK Hynix kini hanya berjarak dua tahun atau bahkan kurang.
Untuk mencegah kebocoran teknologi, perusahaan Korea Selatan biasanya mengembangkan chip mutakhir di negara asalnya sebelum memproduksinya di pabrik Tiongkok setelah sekitar satu tahun.
Korea Selatan semakin menindak mata-mata perusahaan dalam beberapa bulan terakhir, terbukti dari penangkapan baru-baru ini terhadap 77 orang yang terlibat dalam 35 kasus dugaan spionase industri di berbagai sektor.