Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Mei 2023 | 00.24 WIB

Pembelajaran Ramadan: Food Concern

Gancar Candra Premananto - Image

Gancar Candra Premananto

Oleh: Gancar C. Premananto

Salah satu hal yang menjadi perhatian utama saat bulan Ramadan adalah makanan. Yakni, apa yang akan dimakan saat sahur dan berbuka. Bahkan beberapa keluarga sudah berbelanja sebelum Ramadan untuk dijadikan stok persediaan makanan. Berkaitan dengan makanan ini, maka dapat dilakukan perenungan dan pembelajaran filosofis dari makanan.

Ramadan Memberi Kesempatan Usaha Makanan Luar Biasa

Di bulan Ramadan, sangat terbuka bagi mereka yang berjiwa wirausaha untuk membuat usaha makanan baik untuk buka, sahur, maupun hampers lebaran. Perputaran uang di bulan Ramadan 2023, mencapai Rp 188,8 T naik 4,8 persen dibanding tahun lalu, dan itu hanya hasil dari perkiraan dari transaksi berbasis uang kartal, belum terhitung dengan e-money.

Dengan demikian Ramadan memberikan kesempatan bagi wirausaha untuk bersaing secara bebasa dan terbuka. Namun sebisa mungkin wirausaha muslim tidak berdagang yang terjebak pada persaingan harga. Sehingga Nabi Muhammad saw menyampaikan “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.).

Dengan demikian Nabi mengajarkan dalam bersaing harus bisa lepas dari bersaing harga, namun pada diferensiasi produk dan layanan. Maka adalah tantangan bagi wirausaha untuk dapat menyediakan makanan berbuka dan sahur yang variatif bagi mereka yang puasa.

Makanan Menjadikan Nabi Adam As dan Siti Hawa Turun ke Bumi

Perhatian pada makanan penting karena hanya karena 1 gigitan pada buah saja, menjadikan adanya momen terpenting dalam sejarah manusia yakni turunnya Nabi Adam dan Siti Hawa ke dunia. Maka kita sebagai keturunan beliau berdua kita juga harus memperhatikan apa yang kita makan. Makanan dapat memberikan konsekuensi yang luar biasa pada hidup kita. Salah makan dapat menjadikan kita mengikuti jalan yang dipilih syetan. Al Baqarah 268 menyampaikan bahwa "Wahai manusia, makanlah sebagian (makanan) di bumi yang halal lagi baik dan janganlah mengikuti langkah-langkah setan.”

Dari hal ini, makanan bukan hanya menjadi kebutuhan dasar manusia agar tetap eksisten, namun juga dapat menentukan posisi manusia dalam kehidupan sesudah mati. Karena makanan haram dapat membawa seorang muslim masuk ke neraka. Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga daging dan darah yang tumbuh dari bahan yang haram. Nerakalah tempat yang paling layak baginya.” (HR At Tirmizi).

Makanan Mempengaruhi Kesehatan Badan dan Mental

Kita mengenal adanya 4 sehat 5 sempurna untuk makanan yang baik untuk dikonsumsi. Beberapa makanan dipercaya harus dihindari untuk menghindari kolestrol, asam urat, peningkatan karsinogen dll. Bahkan banyak riset sudah menengarai dampak makanan pada Kesehatan otak dan mental.

Diskusi dari Harvard Medical School dalam Harvard Health Publishing diantaranya juga mengkonfirmasikan hal tersebut, bahwa makanan dengan kualitas tinggi dengan mengandung vitamin, mineral dan antioksidan akan mensubsidi otak dan menjaganya dari stress. Maka Umat Islam diajarkan untuk menjaga makanannya dengan mengkonsumsi makanan yang halal dan thoyib. Dimana pemaknaan thoyib tersebut dapat memiliki makna yang kualitas baik, sehat dan enak.

Makanan Dapat Membedakan Mana Majikan dan Buruh

Salah satu filosofi dari makanan adalah Majikan umumnya adalah mereka yang memberi rezeki pada pekerja/buruhnya. Dan tidak sebaliknya.maka makna makanan juga luar biasa ketika kita melihat bahwa makanan membedakan siapa majikan dan siapa pekerjanya, bahkan membedakan mana Tuhan dan mana yang hamba. Karena Tuhan tidak perlu diberi makan oleh hamba, namun sebaliknya seorang hamba sangat mengharapkan rezeki dari Tuhannya

***

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore