Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Maret 2019 | 18.30 WIB

Jihad Versi Teroris

Ilustrasi penangkapan terduga teroris. - Image

Ilustrasi penangkapan terduga teroris.


Memang, penjabaran konsep jihad dan tauhid kelompok salafi jihadi tersebut terlalu pendek dan menyederhanakan. Pada praktiknya, ISIS dan Al Qaeda bahkan bertempur sendiri karena tidak cocok metode satu sama lain. Terutama pada musuh yang harus diperangi. Apakah far enemy, seperti Amerika Serikat dan bala tentaranya, ataukah near enemy, yang berarti negeri-negeri yang berdasar UUD. Bukan syariat Islam.


Namun, apa pun kritik terhadap konsep jihad dan tauhid di atas, satu hal yang membuat kelompok itu masih mempunyai pengikut, yakni berkarakter praktis dan jelas. Membagi dunia menjadi dua hal: yang baik dan yang jahat. Dan di sisi mana kamu menetapkan posisi. Ditanya seperti itu, tentu saja hampir semua orang akan menjawab akan berada di sisi yang baik. Tinggal diberi sentuhan kata akhir membujuk: "buktikan dengan berbaiat", maka satu rekrutan bisa diambil. (*)


*) Jurnalis Jawa Pos yang pernah sebulan tinggal di kamp pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore