Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 25 September 2024 | 20.49 WIB

Elektabilitas Pemimpin Jawa Timur

AIRLANGGA PRIBADI KUSMAN - Image

AIRLANGGA PRIBADI KUSMAN

Istilah elektabilitas akan kembali sering kita dengar dalam dua bulan ke depan seiring dengan perhelatan pilkada Jawa Timur (Jatim). Secara umum, elektabilitas kerap dipahami sebagai tingkat keterpilihan kandidat sebagai pemimpin melalui pemilu. Namun, yang kerap kali absen dibahas dalam elektabilitas adalah kelayakan kualitatif kandidat untuk menjadi pemimpin ditinjau dari kriteria dan standar publik untuk mengelola suatu wilayah.

Merujuk pada kamus Merriam-Webster, elektabilitas berasal dari electability (elect-ability) yang berarti capable of being elected (as to public office), kemampuan seseorang untuk terpilih (dalam jabatan-jabatan publik). Dengan tidak mengecilkan tingkat keterpilihan secara kuantitatif melalui survei publik, tampaknya, sudah saatnya sorotan publik dalam momen pilkada seperti dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jatim lebih diarahkan pada kualitas kepemimpinan.

Provinsi Jawa Timur, tampaknya, mendapat berkah karena publiknya disodori para kandidat pemimpin berkualitas tinggi dalam pemilihan gubernur (pilgub). Merujuk pada penetapan KPU Jatim pada 23 September 2024, pasangan yang berlaga adalah Luluk Nur Hamida-Lukmanul Khakim (nomor 1) yang diusung PKB, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak (nomor 2) yang diusung 14 partai dari KIM Plus, serta Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (nomor 3) yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, dan Ummat.

Standar Elektabilitas

Yang menarik dari tiga pasangan calon (paslon) tersebut, seluruh kandidat gubernur adalah perempuan. Pilgub Jatim 2024 pun sering disebut tempat berlaganya tiga srikandi yang sama-sama berkualitas.

Erica Benner (2024) dalam Adventures of Democracy menyatakan, dalam perkembangan demokrasi terkini, tampilnya figur pemimpin perempuan dalam panggung politik mendapat apresiasi positif di hadapan publik. Apabila figur laki-laki yang keras sebagai ayah kerap diidentikkan dengan machoism, otoritarian, figur perempuan otoritatif kerap diasosiasikan sebagai ibu yang bersih, peduli, dan selalu siap sedia 24 jam bagi anak-anaknya. Mantan kanselir Jerman yang terkenal tangguh dalam kepemimpinannya, Angela Merkel, misalnya, kerap disebut mutty-mummy, bahasa populer kita sekarang: emak-emak.

Mengenai kualitas elektabilitas setiap calon dalam pilgub Jatim, kita bisa melihatnya setidaknya dari standar kriteria seperti aspek etika, daya tahan, dan kemampuan teknokrasi mereka. Tulisan ini selanjutnya lebih mengajak pembaca untuk mempertimbangkan memilih kandidat berdasar penilaian kapasitas-kapasitas itu daripada hanya mengandalkan informasi soal elektabilitas seseorang yang ditinjau dari survei kuantitatif.

Etika Politik

Sehubungan dengan pentingnya etika politik, saat ini politik di Indonesia mengalami krisis etika serius. Dalam perbincangan keseharian, pembahasan soal etika sering dianggap melangit di awang-awang dan tidak konkret. Padahal, etika politik merupakan sesuatu yang konkret berhubungan dengan tindakan, langkah, serta pandangan seorang pemimpin yang harus selalu bisa dipertanggungjawabkan secara rasional sejalan dengan nalar publik.

Di sini kita berhubungan dengan karakter seseorang yang memiliki sikap etika tinggi, yakni integritas. Contoh etika pemimpin, antara lain, bersihnya catatan figur dari aktivitas korupsi yang bertentangan dengan nalar publik. Rekam jejaknya bebas dari anasir-anasir koruptif. Itu merupakan bagian dari standar etika yang sangat penting untuk menjadi catatan.

Daya Tahan

Faktor kedua yang juga penting adalah daya tahan (endurance). Daya tahan terkait dengan kekuatan fisik dan mental kandidat dalam menghadapi segenap tantangan maupun tekanan politik.

Menurut Bung Karno (1947) dalam karyanya yang berjudul Sarinah, hal yang tak disadari masyarakat yang bercorak patriarki bahwa perempuan secara biologis adalah makhluk yang kuat (bukan yang lemah). Sebab, secara alamiah, ketika mengandung, mereka terlatih mau dan tidak mau berbagi hidup dengan janin yang dikandungnya dan dari situ mereka telah belajar perihal daya tahan.

Selain itu, figur pemimpin perempuan yang teruji secara politik di Indonesia telah terbukti mampu survive dalam corak politik Indonesia yang cenderung patriarki. Di sini, warga Jatim akan memilih yang terbaik di antara figur-figur srikandi Jatim yang memiliki standar daya tahan yang kuat.

Kapasitas Teknokratik

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore