
ALFRED KOMPUDU
UNTUK memastikan apakah hewan peliharaan aman, setidaknya kita perlu tahu bagaimana makanan dan kandangnya, juga memahami manajemen pemeliharaan. Sebab, apa yang dikonsumsi ayam akan berpengaruh pada produknya, yakni telur dan daging.
Ayam kampung yang dipelihara rumah tangga biasanya makan dan hidup dari tumpukan sampah. Jadi, wajar jika ada kandungan plastik di telur dan dagingnya. Karena itu, lebih baik dikandangkan saja. Jika tidak, ada beberapa risiko. Pertama, ayam akan terjangkiti penyakit. Sebab, mereka tidak terpantau ”bergaul” dengan ayam mana. Apakah dekat dengan ayam yang sedang sakit atau tidak, kita tidak tahu. Kontaminasi penyakit juga bisa datang dari lingkungan.
Risiko kedua, mencari sumber pakan. Telur ayam yang sekarang sedang heboh karena mengandung mikroplastik itu terjadi karena ayam tidak dikandangkan dan tidak diberi pakan yang baik. Sebenarnya pakan itu tidak terlalu repot. Sisa olahan rumahan tidak masalah. Untuk di pedesaan atau masyarakat yang memelihara ayam, pakan dari sisa olahan itu biasa diberikan. Ada nutrisinya. Namun, ayam tetap akan mencari nutrisi dari yang tidak ia dapat. Itu insting alamiahnya sebagai makhluk hidup.
Seandainya punya ayam kampung, bisa diberi jagung. Bisa juga diberi beras. Jika ayam dipelihara di dalam pekarangan, lebih aman. Lebih terjamin. Kasus di Jawa Timur, yang saya lihat di berita, ayam-ayam mencari makanan di tempat sampah. Di tempat sampah itu, ada segala macam limbah. Ketika terkonsumsi ayam, ada risiko di daging dan telurnya. Kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar ayam dikandangkan itu lebih baik.
Pengandangannya pun sebaiknya menerapkan biosecurity. Bio berarti hidup, security itu mengamankan. Jadi, tujuan tindakan tersebut adalah mengamankan ternak, dalam hal ini ayam, dan manusia.
Food and Agriculture Organization (FAO) sudah menyebarluaskan program biosecurity. Dengan cara itu, produksi dan kesehatan ayam serta manusia pasti terjamin. Selain itu, dalam industri peternakan, diperlukan sertifikasi nomor kontrol veteriner (NKV). Semua dilakukan untuk jaminan keamanan sumber pangan.
Sebenarnya penerapan biosecurity untuk rumahan tidak serumit industri peternakan. Peternakan besar biasanya menerapkan biosecurity tiga zona. Kebersihan dan sterilisasi di peternakan dibagi menjadi tiga wilayah. Namun, untuk rumahan, bisa sangat disederhanakan.
Yang pertama dilihat adalah kualitas kandang. Kebersihan kandang harus diperhatikan. Selanjutnya, sumber pakan diperhatikan. Harus makanan dari bahan yang bermutu baik. Manajemen pemeliharaan harus teratur. Ketika akan berinteraksi dengan ayam, usahakan dalam kondisi bersih. Begitu juga setelahnya.
*) National Technical Advisor FAO
**) Disarikan dari hasil wawancara wartawan Jawa Pos Ferlynda Putri

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
Dugaan Penipuan Lowongan Kerja Libatkan Eks Camat Pakal, DPRD Surabaya Desak Pengawasan ASN Diperketat
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi! Daftar Line Up Skuad Clash of Legends 2026 Barcelona Legends vs DRX World Legends di GBK
Heboh Isu Perselingkuhan Istri Ahmad Sahroni dengan Seorang Duda Drummer Band Tahun 90-an, Netizen: Ketahuan Mulu Mesra-mesraan di Publik
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
Harga LPG Non Subsidi Naik per 18 April 2026, Cek Daftar Harga Terbarunya!
9 Soto Legendaris di Bandung, Kuliner Murah Isian Melimpah tapi Rasa Juara
