
Capres Prabowo Subianto, saat berkampanye di depan pendukungnya
JawaPos.com - Anggota Influencer Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Roosdinal Salim menyebut sejumlah ulama yang berada di pihak Prabowo-Sandi memiliki karakter keras. Bahkan dianggap suka melakukan provokasi.
"Kan ulama-ulama yang tanda kutip berpikiran keras memang kan ada di Pak Prabowo. Ulama-ulama yang keras itu kalau itu dalam tanda kutip tidak menyinggung hukum, keras itu tapi tidak melanggar hukum tidak masalah," kata Roosdinal di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3).
Roosdinal lantas menuding provokasi ini kerap terjadi di masjid. Namun ia tak menyebut dengan pasti siapa sosok yang dimaksud. Hanya saja dia mempertanyakan perbuatan tersebut.
"Tapi kadang-kadang bahasa-bahasa kasarnya suka memprovok, kadang-kadang lagi di masjid memprovok, pertanyaannya apakah boleh di masjid kita memprovok?" ujarnya.
Menurut Roosdinal, aksi provokasi tidak diperbolehkan dikakukan di muka umum, karena akan mengakibatkan kegaduhan. Menurutnya, provokasi hanya dibolehkan jika terjadi di ranah privat.
"Kalau misalkan dia memprovok di rumahnya itu hak dia kan. Kalau itu menciptakan suatu namanya ketidakstabilan atau goncang lah bahasa kasarnya, apakah salah kalau aparat mempertanyakan ke ustad itu?" ucapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mardani Ali Sera membantahnya. Dia bahkan mengaitkan dengan kondisi masyarakat di DKI Jakarta setelah Anies Baswedan-Sandiaga Uno berkuasa.
"02 ini dikatakan identik dengan Pilkada DKI mendukung Anis sandi, memang sebagian besar sama. Sesudah DKI dipimpin Anies-Sandi justru keadaan adem seluruh agama diayomi," kata Mardani di tempat yang sama.
Mardani mengatakan, munculnya isu khilafah dan komunisme bukan masalah ideologi. Menurut Mardani itu merupakan persoalan kapasitas mengatur negara.
"Seperti khilafah seperti juga komunisme justru menjauhkan kita dari esensi sebenarnya bahwa ada ketidakmampuan mengatur negara, bukan bab ideologi, ini bab kapasitas," tambahnya.
Lebih lanjut, Ketua DPP PKS itu menegaskan jika kubu 02 tidak pro terhadap paham khilafah. Melainkan, berpegang pada Pancasila.
"Kami di BPN fokus dan tegas Prabowo dan seluruh partai pendukung ideologi Pancasila adalah dasar negara kita dan ini merupakan perumusan yang luar biasa dari founding fathers kita," pungkasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
