
Suasana deretan toko alat kesehatan di Pasar Pramuka, Jakarta, Rabu (30/6/2021). Tingginya kasus positif Covid-19 di Jakarta membuat penjualan alat kesehatan, obat, dan vitamin di Pasar Pramuka meningkat hingga 50 persen. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Perusahaan farmasi nasional perlu diberi kesempatan untuk memproduksi obat-obat yang dibutuhkan negara.
Menurut anggota Fraksi PDIP DPR Rahmad Handoyo, negara perlu memberi peluang pada perusahaan farmasi swasta nasional dalam memproduksi obat yang dibutuhkan.
"Perusahaan swasta juga penopang ekonomi nasional. Saya kira jika industri farmasi swasta di luar BUMN bisa tumbuh besar, maka yang untung adalah bangsa kita," kata Rahmad Handoyo dalam keterangannya, Kamis (19/8).
Rahmad Handoyo berpendapat, penanganan Covid-19 saat ini tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah. Perlu partisipasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dalam penyediaan obat-obatan.
"Soal obat-obatan, kita dorong kepada pemerintah untuk jenis obat tertentu seperti obat antivirus bisa diproduksi di Indonesia," kata dia. Sehingga, obat penanganan covid tidak terlalu tergantung pada impor.
Dia mengklaim, jika perusahaan farmasi di luar BUMN bisa memproduksi obat-obatan di dalam negeri, maka akan mendapat dukungan dari parlemen.
Industri farmasi dalam negeri, baik BUMN maupun swasta harus dipercepat dalam perizinan, tidak dihambat sehingga dapat meningkatkan produktifitas untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dalam negeri.
"Perusahaan farmasi yang bisa memproduksi obat dan multivitamin yang dibutuhkan rakyat, silahkan saja. Rakyat akan senang, pemerintah akan senang, dan industri juga akan tumbuh," ujarnya.
Sebelumnya, pada pidato kenegaraan Senin (16/8) lalu, Presiden Jokowi menyinggung soal Indonesia masih lemah dalam konteks kemandirian industri obat, vaksin Covid-19, dan alat-alat kesehatan, terutama di tengah pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyadari bahwa pandemi telah mempercepat pengembangan industri farmasi di dalam negeri, termasuk pengembangan vaksin merah putih dan juga produksi oksigen.
Maka dari itu, Jokowi mewanti-wanti agar jangan ada satu pun pihak yang mempermainkan misi kemanusiaan Covid-19 di dalam negeri.
"Untuk kesehatan, ketersediaan dan keterjangkauan harga obat akan terus kita jamin. Tidak ada toleransi sedikitpun terhadap siapapun yang mempermainkan misi kemanusiaan dan kebangsaan ini," tuturnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
