
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Dewan Kehormatan Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri rapat pimpinan nasional (Rapimnas) 2022 di Jakarta Convention Center, Jumat (16/9/2022). AHY menyampaikan sejumlah
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengeluhkan penyelenggaran Pemilu 2019. Banyak catatan yang diberikan oleh SBY terkait pemilu serentak yang digelar beberapa waktu lalu.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan mengatakan yang disampaikan ketua umumnya adalah masukan untuk penyelenggaran Pemilu yang lebih baik ke depannya.
"Bukan bobrok lah, ya, tapi yang baik itu perlu diperbaiki," kata Syarief saat dikonfirmasi, Jumat (13/12).
Menurut Syarif, Pemilu 2019 lalu memang banyak yang harus dievaluasi. Salat satunya banyaknya kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang menjadi korban jiwa.
Adapun di Pemilu 2019 kemarin, tercatat petugas KPPS yang meninggal sebanyak 440 orang. Sementara petugas yang sakit 3.788 orang. Hal ini menurut Jansen tidak boleh terjadi lagi di pemilu yang akan datang.
Dengan demikian, salah satu rekomendasi adalah Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) tidak digabung. Sebab ia takut akan timbul banyak korban jiwa lagi.
"Sebaiknya dipisah ya (pilpres dan pileg). Satu hal juga, kalau bersamaan seperti kemarin itu," katanya.
Sekadar informasi SBY menyampaikan pidato politik refleksi pergantian tahun bertajuk 'Indonesia Tahun 2020: Peluang, Tantangan, dan Harapan'.
Dalam pidatonya, SBY mengulas Pilpres 2019 yang menurutnya memiliki catatan buruk dalam sejarah. Catatan itu mengenai politik identitas yang mengemuka selama pilpres.
"Yang buruk, pertama kali dalam sejarah, pemilu kita diwarnai oleh politik identitas yang melebihi takarannya. Juga pertama kali terjadi banyak korban jiwa, baik karena kekerasan maupun bukan," kata SBY
Namun, lanjut dia, persatuan bangsa tetap terjaga dengan baik. SBY mengatakan pada akhirnya semua sadar dan terpanggil. Oleh karena itu, SBY menyatakan pemerintah perlu mengevaluasi sistem, undang-undang, dan penyelenggaraan pemilu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
