Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 April 2019 | 23.51 WIB

Yusril: Sekali Khianat, Habis Saya

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra memastikan dirinya dan sejumlah pengurus lainnya total mendukung Jokowi - Maruf di Pilpres 2019. - Image

Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra memastikan dirinya dan sejumlah pengurus lainnya total mendukung Jokowi - Maruf di Pilpres 2019.

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra akhirnya mengklarifikasi tudingan pengkhianat oleh Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. Mantan menkumham itu justru merasa heran dan bertanya-tanya kenapa dirinya dicap seperti itu.

Menurut Yusril, tudingan Rizieq Shihab terhadapnya tidaklah tepat. Sebab, dirinya tidak pernah diberikan amanat apa pun oleh Rizieq. Sehingga, ia pun merasa heran dan bertanya-tanya, apa yang dikhianati.

"Jadi apa yang dikhianati? Orang saya tidak pernah diberikan amanah oleh Habib Rizieq," kata Yusril dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (10/4).

Yusril yang memberikan kesaksiaannya di tengah ribuan santri dan sejumlah kiai yang hadir di Pesantren Ash-Shiddiqiyah pimpinan KH Noer Muhammad juga menegaskan, dirinya tak punya rekam jejak membohongi orang banyak, apalagi terhadap para ulama dan kiai.

"Belakangan saya dibilang pembohong. Padahal lebih dari dua tahun lalu tidak ada komunikasi dengan Habib Rizieq," paparnya.

Lebih lanjut Yusril menceritakan perjalanan karirnya, sejak mulai zaman Presiden Soeharto, dirinya telah dipercaya untuk menulis pidato dan surat kenegaraan. Setiap pidatonya, tidak ada yang diprotes oleh Soeharto.

Begitu pun sebelumnya, saat menjabat sebagai sekretaris M Natsir, mantan perdana menteri Indonesia. Dia juga yang bertugas menulis surat-surat dan pidatonya, dan tidak ada yang pernah diprotes. Saking percayanya, kata Yusril, ia pernah diserahkan kertas kosong untuk menulis surat yang sudah ditandatangi duluan.

"Saya pernah menulis pidato dan surat-surat Soeharto selama sekitar 7 tahun. M Natsir juga sama, 14 tahun menjadi sekretaris beliau, staf beliau. Alhamdullilah, sampai Pak Natsir meninggal dan Pak Harto wafat, belum pernah saya khianati beliau," jelasnya.

Oleh sebab itu, Yusril mengaku tidak bernah mengkhianati orang. Karena efeknya sangat besar, termasuk mempertaruhkan kredibilitasnya.‎ "Sekali saya khianat, habis saya," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore