Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Oktober 2019 | 00.16 WIB

PDIP dan Nasdem Jelaskan Video Megawati Cuek ke Surya Paloh

BERI KEPERCAYAAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Megawati dalam pelantikan pengurus DPP di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. (Muhamad Ali/Jawa Pos) - Image

BERI KEPERCAYAAN: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Megawati dalam pelantikan pengurus DPP di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta. (Muhamad Ali/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pelantikan Anggota DPR/MPR/DPD RI periode 2019-2024 diwarnai kabar miring. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri tertangkap kamera mengabaikan uluran tangan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Hal ini kemudian dengan cepat viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memastikan kejadian ini terjadi secara tidak sengaja. Dia memastikam hubungan Megawati dengan Surya Paloh secara pribadi tidak ada masalah.

"Setahu saya tidak ada (keretakan hubungan). Itu hanya insiden tidak disengaja," ujar Hendrawan kepada JawaPos.com, Rabu (2/10).

Hendrawan menjelaskan, kondisi ruang rapat paripurna saat itu penuh dengan anggota yang akan dilantik. Banyak yang memanggil Megawati saat melintas di area VIP.

Sehingga wajar ketika berjalan dia menengok ke arah samping menanggapi panggilan orang-orang. Akibatnya, tokoh-tokoh yang berada di samping kanannya ada yang tak terlihat oleh Megawati.

Di sisi lain, Hendrawan menerangkan, komunikasi politik PDIP dan Nasdem berjalan baik. Khususnya dalam lobi-lobi politik terkait kursi kabinet.

"Sepengetahuan saya semua masih on the right track. Komunikasi tetap berjalan baik," jelasnya.

Terpisah, Surya Paloh tak mau memperbesar insiden ini. Dia hanya meresponsnya dengan santai. "Tanggapan saya? Saya ketawa aja," kata Paloh diiringi tawa.

Sementara itu, Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate juga membantah ada keretakan hubungan antara Surya Paloh dan Megawati. Baginya itu hanya tuduhan publik. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan.

"Itu kan interpretasi, yang namanya tokoh-tokoh politik kan harus siap dengan berbagai interpretasi," kata Johnny.

"KIK (Koalisi Indonesia Kerja) akur, solid, kuat. Apalagi di situasi hari-hari ini di mana kita harus membangun kekuatan untuk menyelesaikan agenda besar bangsa di DPR, DPD, MPR," pungkasnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore