
BERBENAH: Pemkot Madiun melakukan perbaikan sarana pendidikan selama masa pandemi untuk memberikan kenyaman bagi siswa sata kembali ke sekolah. (Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencetuskan program Merdeka Belajar. Di mana program tersebut memberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman kepada para siswa dengan memperhatikan bakat alami yang mereka miliki.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Naim mengatakan bahwa pihaknya dalam program tersebut akan menerapkan kolaborasi dan pembinaan antar sekolah. Baik tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK dan juga pendidikan informal.
Yang di maksudkan adalah, Indonesia memiliki banyak sekolah yang memiliki sejumlah prestasi di dunia, namun demikian, banyak juga sekolah yang belum memenuhi standar mutu pendidikan nasional.
"Kita banyak sekolah maju, bahkan kalau kita lihat kompetisi tingkat dunia, sering kita menemukan murid kita menjadi juara di berbagai ajang olimpiade, tetapi banyak juga sekolah kita yang belum memenuhi standar mutu pendidikan. Nah yang kita maksudkan adanya kolaborasi ini adalah sekolah yang maju itu hendaknya membantu mengembangkan sekolah yang belum maju," ungkap dia melalui webinar, Sabtu (20/6).
Kolaborasi tersebut yakni seperti meningkatkan kapasitas guru, pertukaran guru hingga membantu sekolah tersebut memenuhi kebutuhan bahan materi untuk para murid.
"Jadi ada kerjasama antara sekolah yang berkualitas tinggi dengan yang harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan," tambah dia.
Nantinya, para sekolah-sekolah yang memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan yang masih belum memenuhi standar pendidikan akan disebut dengan Sekolah Penggerak.
"Sekolah-sekolah ini kita sebut dengan Sekolah Penggerak, guru juga begitu, yang punya kualifikasi lebih tinggi harus mengembangkan guru lainnya yang belum memenuhi standar kualifikasi guru, kita namakan Guru Penggerak," tutupnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=LVbwyZJXpKg
https://www.youtube.com/watch?v=-itcC9SUsv0
https://www.youtube.com/watch?v=1PWFkSdr9BQ

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
