Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Juni 2020 | 00.58 WIB

Kemendikbud Minta Sekolah Berprestasi Bimbing Sekolah Lain

BERBENAH: Pemkot Madiun melakukan perbaikan sarana pendidikan selama masa pandemi untuk memberikan kenyaman bagi siswa sata kembali ke sekolah. (Dok.JawaPos.com) - Image

BERBENAH: Pemkot Madiun melakukan perbaikan sarana pendidikan selama masa pandemi untuk memberikan kenyaman bagi siswa sata kembali ke sekolah. (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah mencetuskan program Merdeka Belajar. Di mana program tersebut memberikan kesempatan belajar secara bebas dan nyaman kepada para siswa dengan memperhatikan bakat alami yang mereka miliki.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikbud Ainun Naim mengatakan bahwa pihaknya dalam program tersebut akan menerapkan kolaborasi dan pembinaan antar sekolah. Baik tingkat TK, SD, SMP, SMA/SMK dan juga pendidikan informal.

Yang di maksudkan adalah, Indonesia memiliki banyak sekolah yang memiliki sejumlah prestasi di dunia, namun demikian, banyak juga sekolah yang belum memenuhi standar mutu pendidikan nasional.

"Kita banyak sekolah maju, bahkan kalau kita lihat kompetisi tingkat dunia, sering kita menemukan murid kita menjadi juara di berbagai ajang olimpiade, tetapi banyak juga sekolah kita yang belum memenuhi standar mutu pendidikan. Nah yang kita maksudkan adanya kolaborasi ini adalah sekolah yang maju itu hendaknya membantu mengembangkan sekolah yang belum maju," ungkap dia melalui webinar, Sabtu (20/6).

Kolaborasi tersebut yakni seperti meningkatkan kapasitas guru, pertukaran guru hingga membantu sekolah tersebut memenuhi kebutuhan bahan materi untuk para murid.

"Jadi ada kerjasama antara sekolah yang berkualitas tinggi dengan yang harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan," tambah dia.

Nantinya, para sekolah-sekolah yang memberikan pendampingan kepada satuan pendidikan yang masih belum memenuhi standar pendidikan akan disebut dengan Sekolah Penggerak.

"Sekolah-sekolah ini kita sebut dengan Sekolah Penggerak, guru juga begitu, yang punya kualifikasi lebih tinggi harus mengembangkan guru lainnya yang belum memenuhi standar kualifikasi guru, kita namakan Guru Penggerak," tutupnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=LVbwyZJXpKg

https://www.youtube.com/watch?v=-itcC9SUsv0

https://www.youtube.com/watch?v=1PWFkSdr9BQ

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore