
Persiapan jalur evakuasi di sekolah selama PTM terbatas. Dipta Wahyu/JawaPos
JawaPos.com - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah mulai dilakukan, untuk di DKI Jakarta sendiri telah berlangsung sejak 30 Agustus lalu. 600 sekolah dipercaya sebagai yang pertama dalam melaksanakan PTM terbatas tahap 1 tersebut.
Terkait evaluasinya, Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taga Radja mengakui bahwa PTM selama sebulan ini memang jauh dari kata baik jika dibandingkan dengan kondisi normal. Namun, diyakini langkah ini dapat meminimalisir meluasnya learning loss.
"Itu juga meminimalisir learning loss, kita juga tidak meyakini betul ini akan efektif, karena kan banyak keterbasan. Anak saya aja seneng tuh kalo PTM, semangat," jelasnya ketika dihubungi JawaPos.com, Selasa (5/10).
Menurutnya, penyelenggaraan ini lebih baik apabila disandingkan dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang lebih kompleks. "Kita itu memberikan opsi pengalaman belajar kepada anak-anak didik kita merasakan nuansa di kelas dan bertemu teman-temannya," tuturnya.
Adapun, dalam pembelajaran PTM pun guru tidak langsung mengejar ketercapaian materi dan hanya mengajar mata pelajaran esensial saja. Contoh Matematika dan Fisika yang memerlukan penjelasan langsung dari guru agar murid lebih paham.
"Kenapa belum efektif dibanding normal, karena waktunya juga hanya singkat, hanya beberapa pelajaran saja itu 135 menit, jadi jam 11 kurang (selesai belajar). Waktu singkat itu seoptimal mungkin diajarkan guru untuk mengajar mapel yang sifatnya esensial. Lebih baik PTM dibanding PJJ," tambahnya.
Koordinasi antara sekolah dan puskesmas pun berjalan dengan baik selama PTM terbatas di Ibu Kota. Standar operasional prosedur pun juga jelas, apabila di sekolah ada yang sakit, baik itu gejala Covid-19 atau bukan, satuan pendidikan akan langsung berkoordinasi dengan puskesmas dan melakukan wawancara terhadap warga sekolah atau orang tua soal kondisi orang yang bersangkutan.
Jika dari wawancara itu menunjukkan adanya indikasi kasus positif, maka siswa dan guru tersebut dirujuk ke puskesmas terdekat dan orang tua yang disekitarnya dirujuk untuk swab PCR. Jika positif maka sekolah langsung ditutup 1x24 jam.
"Selama itu dilakukan disinfektan, tracing kembali. Nanti juga diedukasi dan diberikan pembinaan untuk orang-orang di satuan pendidikan tersebut," pungkas dia.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
