
Ilustrasi ASN
JawaPos.com - Berulangnya kasus pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) dalam pelaksanaan pemilu ditengarai tidak terlepas dari rendahnya ketegasan pejabat pembina kepegawaian (PPK). Padahal, ujung tombak penjatuhan sanksi berada di tangan PPK.
PPK untuk jenjang kabupaten/kota adalah bupati dan wali kota. Kemudian, tingkat provinsi adalah gubernur. Di pemerintah pusat, yang bertindak sebagai PPK adalah menteri atau kepala lembaga pemerintah non-kementerian (LPNK).
Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah tidak kaget dengan kasus netralitas ASN yang kembali muncul. Berdasar data Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), jumlahnya mencapai 300 orang. Menurut Lina, salah satu penyebab berulangnya pelanggaran netralitas ASN tersebut adalah sosok PPK yang kebanyakan berlatar politisi. "PPK itu pejabat politik. Beda kalau PPK pejabat karir,'' katanya kemarin (28/3).
Dia mengatakan, penegakan disiplin pelanggaran netralitas ASN, khususnya di daerah, kerap berjalan lambat. Apalagi, pelanggaran netralitas tersebut mengarah pada dukungan partai atau koalisi yang mengusung kepala daerahnya.
Selain itu, Lina mengatakan, regulasi sanksi bagi pelanggar netralitas masih lemah. Di UU ASN, sanksi diberikan kepada ASN yang mencalonkan dalam kegiatan pemilu. Untuk urusan dukung-mendukung, menurut Lina, ketentuannya kurang tegas.
Secara terpisah, Men PAN-RB Syarifuddin menegaskan bahwa ASN harus netral dalam pemilu. ''Oleh karena itu, kepada para pimpinannya, (ASN) yang sudah terindikasi, yang sudah didata oleh KASN, silakan diberikan langkah-langkah punishment,'' katanya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
