alexametrics

Hari Pertama Kampanye Pilkada, Sulit Patuhi Protokol Kesehatan

Bawaslu Catat Delapan Pelanggaran
28 September 2020, 10:50:59 WIB

JawaPos.com – Dugaan terjadinya pelanggaran protokol kesehatan di masa kampanye terbukti. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mencatat setidaknya ada delapan pelanggaran pada hari pertama kampanye Sabtu (26/9).

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyatakan, pada hari pertama terdapat 59 kabupaten/kota yang pasangan calon kepala daerahnya melakukan kampanye.

Dari jumlah itu, jajaran Bawaslu di daerah menemukan pelanggaran dalam sejumlah kegiatan kampanye. ’’Terdapat delapan kegiatan yang dilakukan tim kampanye pasangan calon yang melanggar ketentuan penerapan protokol kesehatan,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (27/9).

Misalnya, di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sungai Penuh, Bandung, Purbalingga, Mojokerto, Dompu, dan Kaimana. Bentuk pelanggarannya beragam. Mulai tidak menjaga jarak, mengadakan pertemuan tatap muka lebih dari 50 orang, hingga melanggar protokol kesehatan seperti penggunaan masker.

Baca juga: Tiga Pasangan Cabup-Cawabup Jember Laporkan Dana Awal Kampanye

’’Di Mojokerto, misalnya, ditemukan peserta kampanye tidak menerapkan jaga jarak,’’ imbuhnya. Terkait dengan hal itu, Bawaslu langsung memberikan sanksi teguran di lapangan untuk menertibkan diri sebagaimana diatur dalam PKPU 13/2020.

ANDALKAN TEKNOLOGI: Paslon nomor urut 1 di Pilkada Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa menggelar kegiatan kampanye secara online. (TIMNAS GIBRAN FOR JAWA POS)

Bukan hanya soal protokol kesehatan, Bawaslu juga menemukan 20 kasus paslon berkampanye tanpa memiliki surat tanda terima pemberitahuan (STTP). ’’Bawaslu juga menurunkan alat peraga yang melanggar sebanyak 82.198 alat peraga di 46 daerah,’’ bebernya.

Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini mengatakan, konsistensi dalam menerapkan protokol kesehatan bukan hal mudah. Dalam tahap penetapan dan pengundian nomor urut paslon, hal itu mungkin bisa dilakukan. Namun, tantangan sebenarnya justru ada saat kampanye. ’’Konsistensi dan komitmen kepatuhan peserta pemilihan dan para pihak baru akan terlihat dan teruji saat kampanye sudah berjalan,’’ ujarnya.

Titi menambahkan, masih dibolehkannya pertemuan tatap muka terbatas dimaklumi mengingat banyak warga yang belum bisa dijangkau model kampanye daring. Namun, konsekuensinya, kepatuhan protokol kesehatan secara penuh harus terus dipantau secara konsisten.

Komisioner KPU I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi mengakui bahwa konsistensi menjadi pekerjaan rumah yang berat. Namun, dia menegaskan, hal itu harus terus ditekankan. Salah satu upayanya adalah memperkuat koordinasi.

Raka menyatakan, komunikasi dengan paslon dan para stakeholder terkait harus terus berkesinambungan. Selain itu, kata Raka, KPU sudah merencanakan evaluasi pelaksanaan kampanye setiap satu pekan. Dalam evaluasi tersebut, semua laporan maupun rekomendasi perbaikan yang disampaikan Bawaslu bisa dibahas dan diperbaiki. ’’Kami juga akan meminta laporan harian masing-masing daerah pelaksanaannya,’’ imbuhnya.

Door-to-Door Dekati Warga

TAMPUNG ASPIRASI: Calon wali kota Surabaya Machfud Arifin menyapa wawrga Pacar Kembang, Surabaya, Minggu (27/9). (DIMAS MAULANA/JAWA POS)

Hari kedua pelaksanaan kampanye kemarin dimanfaatkan para pasangan calon (paslon) untuk bertemu dengan warga. Di Surabaya, calon wali kota nomor urut 2 Machfud Arifin menyapa warga Kelurahan Pacar Kembang, Tambaksari. Kepada Machfud, ibu-ibu pemantau jentik (bumantik) hingga pengurus RT dan RW sambat soal insentif yang selama ini jauh dari kata layak.

Ketua RW 5 Suwarno mengaku selama ini sering mendapat keluhan dari para ketua RT. Bukan hanya soal insentif, para ketua RT juga sering menjadi sasaran amuk warga karena bantuan yang disalurkan pemerintah tidak tepat sasaran. ’’Padahal, kami sudah memberikan data dengan benar. Sik onok ae sing gak bener,’’ keluhnya dalam acara sosialisasi yang dilaksanakan di balai RW 5 kemarin.

Suwarno menyatakan, pengabdian tokoh masyarakat memang tidak bisa dinilai dengan angka. Namun, dia berharap tetap ada bantuan operasional dari pemerintah agar kepengurusan RT/RW bisa berjalan dengan baik. Sebab, dengan insentif ketua RW Rp 570 ribu per bulan tanpa dana operasional, Suwarno mengaku sering tekor. ’’Ini bukan perhitungan. Tetapi, ini seharusnya menjadi perhatian bersama,’’ katanya.

Machfud mengatakan, keluhan tersebut tidak hanya datang dari warga Pacar Kembang. Hampir semua ketua RT, RW, dan kader bumantik di seluruh wilayah mengeluhkan hal yang sama. ’’Memang ini memprihatinkan. Dengan APBD Rp 10 triliun lebih, insentif untuk kader bumantik maupun ketua RT/RW ini jauh dari kata layak,’’ ujarnya.

Pensiunan jenderal polisi bintang dua itu mengaku sudah melakukan penghitungan yang realistis bersama beberapa anggota dewan dari partai koalisi yang mengusungnya. Dengan kekuatan anggaran daerah saat ini, Machfud memastikan akan meningkatkan kesejahteraan para kader bumantik serta ketua RT dan RW. ’’Ini bukan janji. Ini saya sampaikan karena saya sudah menghitungnya dan kekuatan APBD Surabaya masih sangat mampu,’’ terangnya.

Di Sidoarjo, paslon nomor urut 2 Ahmad Muhdlor Ali-Subandi mengadakan deklarasi pemenangan Jumat malam lalu (25/9). Jajaran pengurus DPC dan PAC PKB hadir. Termasuk perwakilan partai pendukung, yakni PSI dan Partai Nasdem Sidoarjo.

Mereka optimistis dengan target 75 persen perolehan suara. Apalagi, relawan untuk pemenangan tersebar. Ada lebih dari 16 ribu relawan saat ini. Tersebar mulai tingkat RT hingga kecamatan. ’’Di tiap RT ada tiga relawan. Tiap relawan itu minimal bisa membawa 100–250 suara,’’ ujar Subandi.

KERAHKAN RELAWAN: Tim pemenangan paslon nomor urut 2 di Pilkada Solo Bagyo Wahyono dan F.X. Suparjo mendatangi warga untuk sosialisasi. (DAMANIUS BRAM/JAWA POS RADAR SOLO)

Hasil survei internal mereka saat ini menunjukkan bahwa elektabilitas sudah melampaui 20 persen dari calon lain. ’’Survei terakhir kita alhamdulillah jauh meninggalkan calon lain, masih memimpin,’’ kata Gus Muhdlor, sapaan Ahmad Muhdlor Ali. Namun, menurut dia, hanya sekitar 58 persen yang sudah menentukan pilihan. Karena itu, salah satu targetnya adalah menyasar suara yang belum punya pilihan tersebut.

Sementara itu, cabup Kelana Aprilianto tidak menarget persentase angka pasti. ’’Targetnya adalah menang,’’ katanya. Apalagi, kini Haji Masnuh yang menjadi ketua tim pemenangan. Masnuh punya andil besar mengantarkan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak memenangi Pilgub Jatim 2018, terutama di wilayah Sidoarjo.

Di Makassar, dilansir harian Fajar, cawali Munafri Arifuddin kemarin mengunjungi Pasar Tamamaung, Kecamatan Panakkukang. Dia berdialog dengan pedagang sambil berbelanja. Pria yang akrab disapa Appi itu meminta para pedagang senantiasa menjalankan protokol kesehatan untuk meredam persebaran virus korona. Sebab, pasar adalah tempat publik yang selalu dikunjungi warga.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/deb/adi/uzi/c19/c7/fal/oni



Close Ads