
Ilustrasi Paslon Presiden, Joko Widodo-Ma
JawaPos.com - Banyaknya kepala daerah yang mendeklarasikan dukungan kepada Calon Presiden (Capres) Petahana yaitu Joko Widodo (Jokowi) dinilai terlalu berlebihan.
Hal ini dianggap, semacam upaya 'penjilatan' kekuasaan yang dilakukan para kepala daerah tersebut. Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri), Bagindo Togar.
Ia mengatakan, dukungan kepala daerah terhadap capres memang secara normatif tidak menabrak aturan yang berlaku. Namun, secara kode etik, tentunya bermasalah karena menabrak aturan PKPU, Undang Undang nomor 23 tahun 2014 dan nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Presiden (Pilpres).
Karena itu, ia menilai apa yang dilakukan kepala daerah seperti ada upaya penjilatan terhadap pemerintahan saat ini. Menurutnya, hal ini tidak disenangi masyarakat. "Jadi masyarakat pintar-pintarlah dalam memberikan dukungan," katanya saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (22/9).
Bagindo melanjutkan, keterlibatan kepala daerah sebagai tim pemenangan Jokowi tentunya sangat efektif. Seperti ketokohannya, dikenal dapat melakukan kerja politik hingga ketingkat terendah dan lain sebagainya.
Namun, hal ini harus diiringi aktivitas kepala daerah tersebut. Jika hanya mengandalkan popularitas, tentu tidak akan berpengaruh. Apalagi kepala daerahnya memiliki 'noda'
"Ini bisa jadi blunder tim Jokowi. Terutama di Sumsel dan dapat mengurangi suara," ujarnya.
Ia mengaku, untuk di Sumsel, belum ada survei yang memprediksi keunggulan suara kedua paslon tersebut. Sedangkan di Jawa, Sumatera Utara dan lainnya sudah melakukan survei, yang mana paslon petahana unggul jauh diatas Paslon Probowo - Ma-ruf Amin.
"Nah, jumlah suara ini paling banyak berkonsentrasi di Jawa, Sumatera Utara sedangkan di Sumsel sendiri tidak terlalu banyak," ujarnya.
Meskipun begitu, ia meyakini suara di Sumsel akan terbelah dari segmen parpol pro dan oposisi. Terkait nomor urut Paslon Presiden, ia mengaku tidak akan berpengaruh. Apalagi dalam Pilpres kali ini hanya dua calon.
"Jadi mau nomor satu atau pun dua itu tergantung tim pemenangannya bagaimana menjual produk unggulan dalam berkampanye," tutupnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
