Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 31 Mei 2019 | 17.40 WIB

Geger Kemunculan Imam Mahdi Palsu di Depok

Rumah Winardi (Imam Mahdi palsu) didatangi petugas. DICKY/RADAR DEPOK - Image

Rumah Winardi (Imam Mahdi palsu) didatangi petugas. DICKY/RADAR DEPOK

JawaPos.com - Winardi, pria yang sehari-hari menjadi petugas sekuriti hotel di Jakarta, tiba-tiba mengaku sebagai Imam Mahdi. Pria 45 tahun tersebut juga mendirikan padepokan bernama Trisula Weda. Sudah ada 70 orang yang menjadi pengikutnya.

Kepada Radar Depok, Winardi mengungkapkan bahwa menjadi Imam Mahdi berawal dari sebuah mimpi. Dia merasa mendapat perintah Tuhan. ''Nama Imam Mahdi bukan saya sendiri yang memberikan. Tapi, langsung diberikan oleh Allah,'' terangnya.

Padepokan Winardi didirikan pada 2011. Winardi mengaku bisa memberikan pengobatan. Meski demikian, aktivitas padepokan juga membuat resah warga sekitar.

Tak jauh dari rumahnya, Winardi juga membangun musala yang menyerupai Kakbah. Tokoh-tokoh masyarakat di sana khawatir bangunan tersebut menyesatkan warga. Kini aktivitas padepokan dan musala juga ditutup.

Terungkapnya aktivitas Imam Mahdi palsu tersebut bermula dari undangan halalbihalal. Di undangan, Winardi menyebut dirinya Imam Mahdi.

Photo

Winardi (Imam Mahdi) palsu bertobat dihadapan MUI, tokoh masyarakat di Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Jawa Barat. (DICKY RADAR DEPOK)

Ketua MUI Kota Depok KH Dimyati Badruzzaman, Ketua NU Depok Ahmad Solekan, dan perwakilan Kemenag Kota Depok Fahrudin Muroddih pun turun tangan. Mereka menyatakan bahwa julukan Imam Mahdi kepada Winardi keliru. Sebab, tidak ada ciri Imam Mahdi dalam diri Winardi.

''Saya khilaf dan menyesal. Saya meminta ampun (tobat) kepada Allah SWT. Semoga pengikut saya sebanyak 70 orang dapat bertobat semuanya dan ikut ajaran agama Islam yang benar,'' kata Winardi.

Ketua MUI Kota Depok Dimyati Badruzzaman menuturkan, MUI Kota Depok telah melakukan penanganan dan memberikan peringatan kepada Padepokan Trisula Weda. ''Sudah ada pertemuan dan diarahkan bertobat karena ajarannya salah dan keliru,'' ujarnya.

Dimyati mengungkapkan, Winardi diberi sejumlah pertanyaan yang menyebabkan dasar dia mengakui sebagai Imam Mahdi. Termasuk muasal pemberian gelar.

Hasil pertemuan tersebut menelurkan sejumlah butir kesepakatan. Di antaranya, dia tidak akan mengadakan acara apa pun serta membatalkan halalbihalal yang telah direncanakan. Selain itu, Winardi akan mengubah cat tempat ibadah yang menyerupai Kakbah tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore