
SHOCK: Asmia yang duduk di ursi roda menangis mendengar kabar ibunya meninggal dunia.
JawaPos.com – Berita duka kembali datang dari Madinah. Seorang calon jamaah haji (CJH) asal Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Hadia Daeng Saming meninggal di Tanah Suci. Perempuan 73 tahun itu mengembuskan nafas terakhir tak lama setelah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Jumat (20/7).
Hadia adalah salah satu CJH dari Embarkasi Makassar. Dia berangkat bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Hadia berangkat ke Tanah Suci bersama sejumlah keluarganya. Anaknya, Asmia Hadi Hasan, 50, ikut menemani. Mereka bergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Haji Makassar. Rombongan kloter diterbangkan ke Tanah Suci dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA1203.
Andi Marolla, petugas kesehatan yang mendampingi kloter 5 Makassar mengatakan bahwa kondisi Hadia sudah tidak sehat sejak di atas pesawat. Sekitar tiga jam sebelum pesawat landing, Hadia mengeluh sesak nafas. Berdasar buku kesehatan, dia memang memiliki riwayat penyakit bronkitis.
Marolla bersama sesama petugas kesehatan lantas memasangkan selang oksigen dan memberikan obat. Waktu itu, kondisi Hadia sempat membaik. Dia makin terlihat bugar setelah pesawat mendarat di Bandara Madinah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi.
Setelah turun dari pesawat, Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda. Sebab, dia merasa sangat sehat. Namun, saat mengantre proses imigrasi, dia mendadak pingsan saat dipapah Asmia Hadi. Dibantu petugas, Asmia membawa ibunya ke klinik bandara. Saat itulah Hadia mengalami kondisi henti jantung.
Tim medis sempat mencoba melakukan tindakan berupa Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Itu adalah teknik kompresi dada dan pemberian nafas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Hadia akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.04 waktu Arab Saudi.
Kematian ibunya membuat Asmia terpukul. Dia menangis keras. ’’Ya Allah, Ya Allah, Mamakku, Mamakku,’’ teriaknya berkali-kali. Karena kondisinya lemas, Asmia lantas didudukkan di kursi roda. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengantar Asmia ke dalam bus untuk berkumpul bersama keluarganya. Di dalam bus, tangisan kembali pecah. Beberapa anggota rombongan membacakan Alfatihah untuk almarhumah. Sebagian yang lain mencoba menenangkan Asmia.
Arsyad Hidayat mengatakan, pihak Muassasah Adilla dari Arab Saudi akan memakamkan Hadia. “Nanti mereka menyampaikan surat meminta kita mengikhlaskan proses pemakaman di Tanah Suci,” kata Arsyad. Sekitar pukul 18.00, Kantor Misi Haji Madinah menerima certificate of death(COD) yang menerangkan bahwa Hadia sudah meninggal dunia. Hingga kini, sudah dua CJH yang wafat di Madinah. Sebelumnya, CJH asal Jakarta bernama Sukardi juga meninggal dunia saat melaksanakan salat asar di Masjid Nabawi.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
