Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 Juli 2018 | 12.21 WIB

Di Madinah, Calon Jamaah Haji Meninggal setelah Turun dari Pesawat

SHOCK: Asmia yang duduk di ursi roda menangis mendengar kabar ibunya meninggal dunia. - Image

SHOCK: Asmia yang duduk di ursi roda menangis mendengar kabar ibunya meninggal dunia.

JawaPos.com – Berita duka kembali datang dari Madinah. Seorang calon jamaah haji (CJH) asal Gowa, Sulawesi Selatan, bernama Hadia Daeng Saming meninggal di Tanah Suci. Perempuan 73 tahun itu mengembuskan nafas terakhir tak lama setelah tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Jumat (20/7).


Hadia adalah salah satu CJH dari Embarkasi Makassar. Dia berangkat  bersama rombongan dari Kabupaten Gowa dan Barru. Hadia berangkat ke Tanah Suci bersama sejumlah keluarganya. Anaknya, Asmia Hadi Hasan, 50, ikut menemani. Mereka bergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Haji Makassar. Rombongan kloter diterbangkan ke Tanah Suci dengan maskapai Garuda Indonesia nomor penerbangan GA1203.


Andi Marolla, petugas kesehatan yang mendampingi kloter 5 Makassar  mengatakan bahwa kondisi Hadia sudah tidak sehat sejak di atas pesawat. Sekitar tiga jam sebelum pesawat landing, Hadia mengeluh sesak nafas. Berdasar buku kesehatan, dia memang memiliki riwayat penyakit bronkitis.


Marolla bersama sesama petugas kesehatan lantas memasangkan selang oksigen dan memberikan obat. Waktu itu, kondisi Hadia sempat membaik. Dia makin terlihat bugar setelah pesawat mendarat di Bandara Madinah sekitar pukul 13.00 waktu Arab Saudi.


Setelah turun dari pesawat, Hadia menolak diangkut memakai mobil khusus untuk pasien pengguna kursi roda. Sebab, dia merasa sangat sehat. Namun, saat mengantre proses imigrasi, dia mendadak pingsan saat dipapah Asmia Hadi. Dibantu petugas, Asmia membawa ibunya ke klinik bandara. Saat itulah Hadia mengalami kondisi henti jantung.


Tim medis sempat mencoba melakukan tindakan berupa Cardiopulmonary Resuscitation (CPR). Itu adalah teknik kompresi dada dan pemberian nafas buatan untuk orang-orang yang detak jantung atau pernapasannya terhenti. Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Hadia akhirnya dinyatakan meninggal sekitar pukul 15.04 waktu Arab Saudi.


Kematian ibunya membuat Asmia terpukul. Dia menangis keras. ’’Ya Allah, Ya Allah, Mamakku, Mamakku,’’ teriaknya berkali-kali. Karena kondisinya lemas, Asmia lantas didudukkan di kursi roda. Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengantar Asmia ke dalam bus untuk berkumpul bersama keluarganya. Di dalam bus, tangisan kembali pecah. Beberapa anggota rombongan membacakan Alfatihah untuk almarhumah. Sebagian yang lain mencoba menenangkan Asmia.


Arsyad Hidayat mengatakan, pihak Muassasah Adilla dari Arab Saudi akan memakamkan Hadia. “Nanti mereka menyampaikan surat meminta kita mengikhlaskan proses pemakaman di Tanah Suci,” kata Arsyad. Sekitar pukul 18.00, Kantor Misi Haji Madinah menerima certificate of death(COD) yang menerangkan bahwa Hadia sudah meninggal dunia. Hingga kini, sudah dua CJH yang wafat di Madinah. Sebelumnya, CJH asal Jakarta bernama Sukardi juga meninggal dunia saat melaksanakan salat asar di Masjid Nabawi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore