
Sejumlah rumah di kawasan Lombok Utara ambruk usai gempa tadi malam, Minggu (5/8).
Jawapos.com - Gempa berkekuatan 7 SR yang berpusat di Lombok, Nusa Tenggara Barat menjadi perhatian dunia. Beberapa media asing seperti New York Times, CNN dan Reutes turut memberitakannya. Media asal Inggris, Reuters mengambil judul korban tewas akibat gempa yang bertambah.
Sementara CNN memberitakan setidaknya ada 82 orang tewas ketika gempa berkekuatan 6,9 SR dan gempa susulan yang kuat, mengguncang pulau-pulau resor Indonesia di Bali dan Lombok pada Minggu (5/8). Begitupun dengan New York Times. Mereka menulis Pulau Lombok di Indonesia yang populer sudah dalam keadaan darurat selama seminggu ini.
Dilansir CNN, beberapa gambar yang diposting di sosial media menunjukkan kerusakan di Bandara Ngurah Rai Bali. Di mana ubin yang berada di langit-langit bandara ambrol dan jatuh ke lantai. Kendati begitu, penerbangan di Bandara Bali dan Lombok terus berlanjut.
Gempa bumi berkekuatan 7 SR telah memporakpondakan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (5/8) pukul 18.46 WIB atau pukul 19.46 WITA. Gempa susulan dengan skala yang lebih kecil dilaporkan terus terjadi hingga Senin (6/8) dini hari waktu setempat. Tercatat, sementara ini ada 82 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menambahkan, ratusan orang diketahui mengalami luka-luka dan ribuan rumah mengalami kerusakan. "Ribuan warga mengungsi ke tempat yang aman. Aparat gabungan terus melakukan evakuasi dan penanganan darurat akibat gempa bumi," ujar Sutopo dalam keterangannya, Senin (6/8) dini hari.
Sesuai data yang diperolehnya, daerah terdampak paling parah ada di Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kota Mataram. Berdasarkan laporan dari BPBD Provinsi NTB, korban berasal dari Kabupaten Lombok Utara 65 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Tengah 2 orang, Kota Mataram 4 orang, dan Lombok Timur 2 orang.
Korban luka-luka diketahui banyak yang dirawat di luar puskesmas dan rumah sakit karena kondisi bangunan yang rusak. Sedangkan, gempa susulan terus berlangsung. Hingga Minggu (5/8) pukul 22.00 WIB, sudah terjadi 47 kali gempa susulan dengan intensitas gempa yang lebih kecil.
"BMKG menyatakan bahwa gempa 7 SR tersebut menjadi gempa utama (main shock) dari rangkaian gempa sebelumnya. Artinya kecil kemungkinan akan terjadi gempa susulan dengan kekuatan yang lebih besar," terang Sutopo.
Sutopo mengatakan, BNPB akan mendampingi Pemda, baik Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak. Penanganan darurat terus dilakukan. BNPB bersama BPDB, TNI, Polri, Basarnas, Kementerian PU Pera, Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian BUMN, SKPD, NGO, relawan dan lainnya terus melakukan penangan darurat.
Bahkan, lanjutnya, TNI akan memberangkatkan tambahan pasukan dan bantuan. Khususnya bantuan kesehatan yaitu tenaga medis, obat-obatan, logistik, tenda dan alat komunikasi pada Senin (6/8) pagi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
