alexametrics

Kebijakan One Way Berhasil Perbaiki Kwalitas Mudik Lebaran 2019

4 Juni 2019, 18:09:17 WIB

JawaPos.com – Berbeda dengan tahun lalu, pelaksanaan arus mudik lebaran sampai dengan H-1 relatif telah berjalan lancar. Kemacetan mengular sepanjang ruas tol yang biasanya menjadi ‘tradisi mudik’ pun kini mulai mengalami perbaikan. Alhasil, waktu tempuh para pemudik ke kampung halaman pun berjalan efisien.

Kelancaran mudik tahun ini pun diakui oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) selaku para operator penyelenggara ruas jalan tol di Indonesia. PT Lintas Marga Sedaya (LMS) misalnya. Perusahaan yang biasa dikenal sebagai operator jalan tol Cipali alias Cikopo-Palimanan itu menyambut baik kelancaran mudik tahun ini.

Berdasarkan data internalnya, jumlah total pemudik lalin kedua arah sampai dengan H-1 lebaran pada tahun ini sebesar 605.221 kendaraan. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya (YoY) sebesar 2,73 persen yang hanya sebanyak 589.115 kendaraan.

General Manager Operational PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Suyitno mengatakan, kelancaran arus mudik selama 4 hari ini tak terlepas dengan pemberlakukan one way yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama dengan Korlantas. Kebijakan itu terbukti efektif mengurai kemacetan di beberapa ruas tol Cipali.

Pemberlakuan One way sendiri dimulai dari Km 70 Gerbang Tol Cikampek Utama sampai dengan Km 414 GT Kalikangkung Jalan Tol Batang-Semarang. Kebijakan ini dimulai sejak Kamis (30/5) sampai dengan pelaksanaan lebaran yang jatuh pada Rabu (5/6) besok.

“Selama pelaksanaan one way 4 hari itu lalu lintas cenderung lancar. Karena kapasitas jalannya menggunakan 2 jalur. 2 jalur bolak balik itu dipakai semua ke arah Jawa,” kata Suyito saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (4/6).

Dengan pemberlakuan sistem One way, pihaknya juga terbantu untuk mengurai kemacetan akibat kepadatan di Rest Area. Cipali sendiri memiliki 8 rest area, 4 berada di jalur mengarah Jawa, 4 lagi berada di jalur mengarah ke Jakarta. Dengan sistem One way, 8 rest area itu dapat berfungsi maksimal mengurai kepadatan.

“Jadi, saya kira one way satu solusi sampai saat ini sangat tepat untuk mengurai kemacetan yang setiap lebaran itu selalu terjadi,” terangnya.

Senada, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga menyambut baik adanya sistem one way untuk mengurai kemacetan pada mudik lebaran 2019. Itu terbukti, dapat membantu operator jalan tol untuk memperlancar arus mudik di jalan tolnya.

Jasa Marga mencatat kendaraan yang meninggalkan Jakarta menuju arah Timur, arah Barat dan arah Selatan sejak H-7 sampai H-2 lebaran mencapai 1.092.728 atau hampir 1,1 juta. Sedangkan kendaraan yang melintasi GT Cikampek Utama atau ruas tol yang diberlakukan sistem One Way berjumlah 429.935 kendaraan.

“One way sangat efektif sekali. Tapi hari ini kan nggak ada contraflow dan one way. Karena lalinnya cenderung sepi,” katanya singkat kepada JawaPos.com, Selasa (4/6).

Kepada JawaPos.com, salah satu pemudik dari Jakarta menuju Purwokerto, Toni, 48, mengaku senang arus mudik lebaran tahun ini cenderung lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019, dia bilang hanya menempuh perjalanan dari Jakarta-Purwokerto hanya sekitar 6 jam saja.

Pada Senin (3/6) kemarin, dia bersama istri dan lima anaknya memulai keberangkatan dengan kendaraan mini bus pada pukul 17.00 WIB sore dari salah satu hotel di Jakarta. Tercatat, dia hanya melakukan satu kali berhenti di rest area sekitar Tol Cikampek untuk melakukan buka puasa.

Menurutnya, lalu lintas jalan tol pada arus mudik lebaran kali ini cenderung lancar. Hanya saja, sekitar Cikampek Utama yang terpantau mengalami kemacetan. Namun, titik-titik ruas jalan tol yang biasanya kerap mengalami kemacetan, justru mulai lancar.
Alhasil, dia bersama keluarganya telah sampai tempat tujuan sekitar pukul 23.00 WIB atau sekitar 6 jam kemudian. Namun, dia mengeluhkan sulitnya akses parkir ke Rest Area di sepanjang ruas tol.

“Secara keseluruhan sih gak macet. Dulu kalau kita mah bisa sampai 12 jam ke Purwokerto doang. Karena kan tersendat pas di masuk sama keluar gerbang tol dan macet pas ke arah Jawa,” tuturnya.

Sejatinya, pemberlakuan sistem one way yang diterapkan oleh pemerintah bukan tanpa cacat. Pada pembelakuan sistemnya pada hari pertama (30/5), terpantau lalu lintas di Jalan Tol Cikampek sempat tetap tersendat lantaran arus mudik yang padat. Setelah melakukan berbagai penyesuaian, sampai hari ini pemberlakuan One Way cenderung efektif mengurai kemacetan.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin mengakui penerapan sistem One Way memang memiliki andil penting dalam mengurai kemacetan pada arus mudik 2019. Dalam berbagai kesempatan, dia bilang, banyak masyarakat yang senang dengan sistem One Way ini.

Kendati demikian, kata dia, ada faktor yang jauh lebih penting lagi untuk keberhasilan arus mudik lebaran tahun ini. Di antaranya, kesiapan fasilitas infrastruktur yang telah disiapkan oleh pemerintah. Infrastruktur yang telah mulai tersambung memudahkan kepolisian melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas.

“Kita memakai strategi apapun, kalau jalannya gak tersambung kita gak akan bisa membuat lancar seperti ini. Kalau sekarang ini kan jalannya bagus. Kita juga perecanaanya siap banget. Sehingga arus mudik sekarang sangat sangat lancar,” kata Benyamin kepada JawaPos.com, Selasa (4/6).

Selain jalan tol, pihaknya juga memastikan kelancaran arus mudik juga terjadi pada ruas jalan non tol atau biasa yang dilalui oleh pengendara roda dua. Padahal, kata dia, arus mudik tahun ini cenderung telah mengalami kenaikan sebesar 30 persen.

Ilustrasi pemudik tengah berisirahat dalam perjalana mudik ke kampung halaman (Raka Denny/Jawa Pos)

“Pantura itu saya lihat lancar lancar aja. Cuma di kota Cirebon aja terjadi perlambatan karena memang Cirebon kan kota ya. Banyak aktivitas masyarakat, terbentur sama itu aja,” pungkasnya.

Pengamat transportasi juga mengapresiasi langkah pemerintah melakukan perbaikan sejumlah infrastruktur dan sistem one way di sejumlah ruas tol. Satu sisi pemerintah telah melakukan perbaikan infrastruktur dengan pembuatan trans Sumatera dan Trans Jawa. Di sisi lain, langkah sistem one way menambah kelancaran arus mudik lebaran.

“Jadi, paling tidak 99 persen dari arah Jakarta itu menggunakan satu jalur menuju Jateng. Jadi memang sangat terurai,” kata Pengamat Transportasi yang juga Direktur Eksekutif  Institut Studi Transportasi (INSTRAN) Deddy Herlambang kepada JawaPos.com, Selasa (4/6).

Dia menambahkan, kelancaran arus mudik kali ini juga dipengaruhi oleh perbedaan waktu jeda libur mudik yang berbeda-beda antara perusahaan swasta dan pegawai negeri sipil (PNS). Perusahaan swasta diketahui telah libur sejak Kamis (30/5) lalu, sedangkan sebagian PNS baru libur pada Sabtu (1/6) atau setelah upacara hari lahir Pancasila.

“Jadi tidak tertumpuk pada satu beban waktu,” tukasnya.

Kelancaran arus mudik di sejumlah ruas tol bisa jadi dipengaruhi oleh meningkatnya pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua. Berdasarkan data Kemenhub, pengguna sepeda motor yang melewati jalur Pantura atau sekitar Balonggandu, ada peningkatan cukup signifikan.

Pada (29/5) atau H-7 lebaran misalnya, tercatat kendaraan yang melewati jalur Pantura sebanyak 96.627 unit atau naik sekitar 127 persen dibadingkan tahun lalu (YoY) yang hanya sebanyak 42.556 unit. Pada H-6 lebaran bahkan lebih parah lagi. Peningkatannya sebesar 138 persen dari tahun lalu atau dari 34.838 unit menjadi 83.128 unit.

“Pengguna bus tidak begitu tinggi karena banyak masyarakat yang lebih memilih kendaraan pribadi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi dalam kunjungannya ke Terminal Harjamukti, Cirebon dalam rangka pantauan arus mudik di Terminal Harjamukti, Cirebon, Minggu (2/6) lalu.

Kemenhub juga mencatat data kecelakaan pada mudik tahun ini cenderung menurun tajam. Pada 2018, angka kecelakaan bisa mencapai 1.911 dengan korban meninggal dunia sebanyak 691 orang. Sedangkan sampai periode lebaran tahun ini, jumlah kasus kecelakaan hanya 220 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 90 orang. Artinya ada penurunan sebesar 88 persen.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim

Alur Cerita Berita

Lihat Semua