
Aksi peringatan May Day tahun lalu. KSPI menyatakan jika sepanjang 2018, telah terjadi ribuan kasus PHK di sejumlah daerah.
JawaPos.com - Peringatan Hari Buruh Sedunia alias May Day hari ini bakal mendapat pengawalan ketat aparat keamanan. Polri mengerahkan sedikitnya 32 ribu personel gabungan untuk mengawal unjuk rasa buruh di Jakarta. Puluhan ribu personel itu berasal dari Polri, TNI, dan pemda.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, Pemilu 2019 yang berdekatan dengan May Day memiliki potensi kerawanan tersendiri. "Namun, semua itu telah diantisipasi," ucapnya.
Para petugas keamanan akan ditempatkan di sejumlah titik unjuk rasa. Salah satunya di Silang Monas. Hingga kemarin peserta unjuk rasa yang akan berkumpul di Silang Monas diprediksi mencapai 20 ribu orang. "Itu dilihat dari surat pemberitahuan unjuk rasa," ujar Dedi.
Photo
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Dok. JawaPos.com)
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono menyatakan, hingga kemarin pihaknya telah menerima pemberitahuan aksi dari 14 serikat buruh. Menurut dia, pendataan terus berlangsung. Sebab, bisa jadi ada serikat buruh lain yang mengikuti acara tersebut.
Sementara itu, sehari menjelang May Day, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke pabrik sepatu milik PT KMK Global Sport I di kawasan industri Cikupa, Tangerang, kemarin (30/4). Dalam kesempatan itu, Jokowi menyampaikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kapasitas buruh.
Jokowi mengatakan, peningkatan kapasitas buruh dapat dilakukan dengan berbagai upaya seperti rescaling dan upscaling. Peningkatan kapasitas diperlukan untuk menambah produktivitas. Jika produktivitas naik, dia menilai kenaikan gaji secara signifikan bisa dilakukan.
Photo
Presiden Jokowi saat berorasi di kampanye pada Pilpres 2019 lalu. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
"Perusahaan menggaji tinggi, mampu, karena produktivitas, menyangkut berapa produksi yang dihasilkan. Kalau yang dihasilkan naik, gajinya dinaikkan nggak ada masalah," ujarnya.
Pembangunan sumber daya manusia (SDM), tegas Jokowi, akan mendapat prioritas. Termasuk pengembangan pekerja. Dalam Rancangan APBN 2019, pemerintah akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mau melakukan pendidikan vokasi kepada pekerja.
Jokowi juga mengingatkan para buruh yang melakukan perayaan May Day hari ini untuk tertib. "Kita berharap perayaan Hari Buruh berjalan baik, dengan kegembiraan, dan kondusif," tuturnya.
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengatakan, persoalan lain yang harus dipikirkan adalah ekosistem ketenagakerjaan. Dia menilai sistem yang ada saat ini masih kaku. "Padahal, saat ini zaman serbadigital dan dunia menjadi sangat fleksibel. Cari pekerja skilled tidak mudah. Proses PHK berbelit-belit, hubungan kerja masih seperti power relations, dan jam kerja juga kaku," paparnya.
Photo
Photo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
