
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Humas Pemprov Jabar/Antara
JawaPos.com - Polri telah melayangkan panggilan kepada 10 orang jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Jawa Barat. Mereka akan diperiksa terkait kasus kerumunan massa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Megamendung, Puncak.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, selain 10 orang tersebut, penyidik juga membuka peluang memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Namun, hal itu sampai sekarang belum dijadwalkan.
"Tentunya nanti dari hasil klarifikasi atau fakta kalau memang penyidik menemukan adanya suatu kegiatan yang dibutuhkan, tidak menutup kemungkinan kami minta klarifikasi Gubernur Jabar," kata Argo di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (18/11).
Dia menyampaikan, saat ini pemeriksaan akan difokuskan terlebih dahulu kepada 10 orang dari Pemkab Bogor. Setelah itu penyidik baru akan memutuskan perlu atau tidaknya memanggil Ridwan Kamil.
"Kami menungggu hasil klarifikasi yang akan dilaksanakan pada Jumat nanti. Karena di Jabar yang digunakan adalah peraturan bupati/walikota," imbuhnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
