Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 17 April 2021 | 18.46 WIB

Pelajar Papua Ingin Jadi TNI-AD Ditembak Mati KKB, Dituding Mata-mata

KORBAN: Evakuasi jenazah Ali Mom di Kampung Uloni, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin. (SATGAS NEWANGKAWI FOR CENDERAWASIH POS) - Image

KORBAN: Evakuasi jenazah Ali Mom di Kampung Uloni, Ilaga, Kabupaten Puncak, kemarin. (SATGAS NEWANGKAWI FOR CENDERAWASIH POS)

JawaPos.com – Di pinggir jalan kampung itu, suara tembakan senjata menyalak dua kali. Dan, seorang remaja pelajar SMA roboh ke tanah bersama sepeda motor yang dikendarai.

Ali Mom, 16, tewas di tempat dengan luka tembak di bagian kepala dari pelipis kanan tembus ke pelipis kiri. Serta luka tembak di punggung kanan bagian belakang yang tembus hingga bahu kanan atas dan mengenai rahang kanan. Kejadian itu berlangsung Kamis (15/4) sekitar pukul 18.30 WIT.

”Dia mata-mata,” kata Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka, dalam pesan yang diterima Cenderawasih Pos kemarin (16/4).

Ali adalah korban tewas keempat di tangan apa yang oleh aparat disebut sebagai kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Tiga korban tewas sebelumnya juga warga sipil. Masing-masing dua guru dan seorang tukang ojek.

Kejadian di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, itu memperpanas eskalasi antara KKB dan aparat. Hingga kemarin, puluhan warga pendatang dievakuasi keluar dari Puncak.

Menurut polisi, peristiwa nahas yang menimpa Ali diawali telepon dari seseorang yang belum diketahui siapa. Oleh si penelepon, pelajar kelas X SMA Negeri I Ilaga itu diminta mengantarkan rokok dan pinang ke Kampung Uloni.

Di kampung itulah dia ditembak dan kepalanya dibacok. Motor Jupiter yang digunakan korban ikut dibakar. Polisi menyebut pelaku adalah KKB pimpinan Lekagak Talenggen.

Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia menyampaikan, jenazah pelajar 16 tahun itu baru bisa dievakuasi keluarga kemarin sekitar pukul 06.00 WIT. Kapolres menyatakan, setelah diotopsi, jenazah dikembalikan ke rumah duka. Sementara itu, pemakaman dilakukan hari ini.

”Kelompok ini sangat meresahkan masyarakat, mengganggu kamtibmas di Puncak. Anggota tetap mengejar kelompok ini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ungkap Kapolres.

Baca juga: Pilot dan Penumpang Pesawat Susi Air Ditahan Separatis Bersenjata

Pangdam Cenderawasih Ignatius Yogo Triyono membantah tudingan bahwa Ali mata-mata. ”Korban sering ke koramil selama ini karena berniat menjadi prajurit TNI,” katanya.

Sementara itu, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III membenarkan bahwa seorang anggota TNI bergabung dengan KKB. Keterangan tersebut disampaikan Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III Kolonel Czi I.G.N. Suriastawa.

Dia menyebutkan, informasi yang kali pertama diwartakan media pendukung KBB itu terjadi sekitar dua bulan lalu. ”Walaupun hal itu benar, kejadiannya 12 Februari lalu,” ungkap dia kemarin (16/4).

Personel Angkatan Darat yang bergabung ke KKB merupakan prajurit batalyon infanteri. Nama prajurit tersebut Lucky Y. Matuan atau biasa dipanggil Lukius. Sebelum bergabung dengan KBB, Lukius berpangkat pratu. Dia merupakan anggota Batalyon Infanteri 410/Alugoro yang bermarkas di Jawa Tengah.

TNI-AD juga sudah mengambil langkah tegas. Lukius kini dipecat dan berstatus desersi. Dia dianggap telah berkhianat kepada NKRI.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/TeKLd0Uo_pQ

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore