
Aparat Densus 88 Antiteror saat menangkap terduga teroris di Kampung Bugis, Jambi beberapa waktu lalu.
JawaPos.com - Penangkapan tiga warga Medan, Sumatera Utara (Sumut) oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri menunjukkan kota itu sudah menjadi bagian dari sel-sel jaringan teroris.
"Di Medan maupun Sumut, ada jaringan-jaringan dengan pemain lama dengan kelompok-kelompok (teroris) yang ada," kata Pengamatan terorisme, Ustaz Khairul Ghozali kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group) yang dilansir Jumat (9/6).
Mantan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga itu menegaskan, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap tiga aktivis Islam itu harus tetap mengacu pada unsur peraduga tak bersalah. (baca: Tiga Warga Medan Ditangkap Densus 88, Terduga Teroris?)
"Dari segi hukum, Densus 88 ada waktu 7 hari melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Selama 7 hari itu dilakukan pemeriksaan, bila tidak terbukti harus dilepas dan diklarifikasi," katanya.
Menurut Ghozali, kerja tim elite Polri ini memang sangat tertutup dan rapi dalam setiap pengungkapan sebuah kasus terorisme maupun penangkapan terhadap terduga terorisme.
Akan tetapi, kata Khairul Ghozali, penangkapan tiga warga Medan oleh Densus 88 tidak ada kaitannya dengan aksi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta.
Namun jaringan teroris di Medan ini merupakan sel kelompok lain. Dan itu harus diwaspadai Densus 88 atau Kepolisian. "Tidak ada sampai ke Kampung Melayu, tidak sampai ke sana. Tapi, ada kaitan dengan kelompok lain," jelasnya.
Dikatakannya, untuk mengantisipasi aksi kelompok radikalisme di Medan maupun di Tanah Air agar tidak berkembang, harus adanya kontribusi pemerintah setempat dalam melakukan pencegahan. Karena, antisipasi aksi radikalisme itu bukan cuma tugas Densus atau Kepolisian, tapi tugas bersama, termasuk masyarakat.
"Janganlah pemerintah setempat duduk manis saja. Karena, Medan dan Sumut sangat rentan aksi-aksi terorisme yang bisa terjadi. Sudah terjadi beberapa kali aksi teror terjadi di Medan,” bebernya.
Untuk itu, dia meminta pemerintah melakukan pendekatan dan pembinaan terhadap mantan dan keluarga pelaku teror. “Karena, sel-sel jihad ada dengan para pelaku teror itu. Mereka harus dirangkul dan pemerintah harus merangkul secara pendidikan dan ekonomi," tandasnya.
Sebagaimana diketahui, ada tiga orang warga Medan diringkus oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Akan tetapi penangkapannya itu belum jelas, apakah mereka termasuk dalam jaringan teroris di Indonesia atau tidak.
Adapun ketiga warga yang ditangkap itu yakni AY, warga Jalan Karang Sari, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia; RA, warga Jalan Jermal XII Gang Haji, Medan Denai; dan JH, warga Jalan Platina II, Keluruhan Titi Papan. (dvs/gus/adz/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
