Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Juni 2017 | 11.38 WIB

Medan Mulai Disusupi Sel Jaringan Teroris

Aparat Densus 88 Antiteror saat menangkap terduga teroris di Kampung Bugis, Jambi beberapa waktu lalu. - Image

Aparat Densus 88 Antiteror saat menangkap terduga teroris di Kampung Bugis, Jambi beberapa waktu lalu.

JawaPos.com - Penangkapan tiga warga Medan, Sumatera Utara (Sumut) oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri menunjukkan kota itu sudah menjadi bagian dari sel-sel jaringan teroris.


"Di Medan maupun Sumut, ada jaringan-jaringan dengan pemain lama dengan kelompok-kelompok (teroris) yang ada," kata Pengamatan terorisme, Ustaz Khairul Ghozali kepada Sumut Pos (Jawa Pos Group) yang dilansir Jumat (9/6).


Mantan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga itu menegaskan, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap tiga aktivis Islam itu harus tetap mengacu pada unsur peraduga tak bersalah. (baca: Tiga Warga Medan Ditangkap Densus 88, Terduga Teroris?)


"Dari segi hukum, Densus 88 ada waktu 7 hari melakukan pemeriksaan terhadap mereka. Selama 7 hari itu dilakukan pemeriksaan, bila tidak terbukti harus dilepas dan diklarifikasi," katanya.


Menurut Ghozali, kerja tim elite Polri ini memang sangat tertutup dan rapi dalam setiap pengungkapan sebuah kasus terorisme maupun penangkapan terhadap terduga terorisme.


Akan tetapi, kata Khairul Ghozali, penangkapan tiga warga Medan oleh Densus 88 tidak ada kaitannya dengan aksi teror bom di Kampung Melayu, Jakarta.


Namun jaringan teroris di Medan ini merupakan sel kelompok lain. Dan itu harus diwaspadai Densus 88 atau Kepolisian. "Tidak ada sampai ke Kampung Melayu, tidak sampai ke sana. Tapi, ada kaitan dengan kelompok lain," jelasnya.


Dikatakannya, untuk mengantisipasi aksi kelompok radikalisme di Medan maupun di Tanah Air agar tidak berkembang, harus adanya kontribusi pemerintah setempat dalam melakukan pencegahan. Karena, antisipasi aksi radikalisme itu bukan cuma tugas Densus atau Kepolisian, tapi tugas bersama, termasuk masyarakat.


"Janganlah pemerintah setempat duduk manis saja. Karena, Medan dan Sumut sangat rentan aksi-aksi terorisme yang bisa terjadi. Sudah terjadi beberapa kali aksi teror terjadi di Medan,” bebernya.


Untuk itu, dia meminta pemerintah melakukan pendekatan dan pembinaan terhadap mantan dan keluarga pelaku teror. “Karena, sel-sel jihad ada dengan para pelaku teror itu. Mereka harus dirangkul dan pemerintah harus merangkul secara pendidikan dan ekonomi," tandasnya.


Sebagaimana diketahui, ada tiga orang warga Medan diringkus oleh Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Akan tetapi penangkapannya itu belum jelas, apakah mereka termasuk dalam jaringan teroris di Indonesia atau tidak.


Adapun ketiga warga yang ditangkap itu yakni AY, warga Jalan Karang Sari, Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia; RA, warga Jalan Jermal XII Gang Haji, Medan Denai; dan JH, warga Jalan Platina II, Keluruhan Titi Papan. (dvs/gus/adz/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore