
Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat memantau lokasi kejadian ledakan di rumah Abdullah alias Awardi di Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Kamis (5/7) siang.
JawaPos.com - Kepolisian belum berhasil menemukan Anwardi. Adapun dia merupakan terduga teroris yang berhasil kabur usai meledakkan bom di kediamannya, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (5/7) siang.
"Identitas terduga pelaku sudah diketahui, saat ini tim (Densus 88 Antiteror) sedang memburu pelaku," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal di kantornya, Jumat (6/7).
Kendati demikian, kepolisian juga meminta peran serta masyarakat untuk mencarinya. Sebab ciri-cirinya sudah disebar, terlebih mantan narapidana terorisme itu kabur dalam kondisi berdarah-darah akibat bom yang meledak kemarin.
"Imbauan apabila melihat ada seseorang yang mirip dan terduga pelaku terluka akibat serpihan ledakan yang meledak sendiri di rumah kontrakan, silakan koordinasikan ke kepolisian setempat," tutur Iqbal.
Sementara anak buah Kapolri Jenderal Tito Karnavian itu juga meminta masyarakat untuk tetap tenang. "Masyarakat khususnya Jatim (Jawa Timur) kami jamin keamanan, kami bergerak lakukan upaya investigasi lainnnya," sebut dia.
Anwardi pun dalam pelariannya, lanjut Iqbal, diduga tidak membawa bom. "Karena bom berdaya ledak rendah, rakitannnya rendah dan meledak sendiri," tambah Iqbal.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Awalnya warga mendengar ledakan keras dari rumah kontrakan Anwardi. Di sana, pria 50 tahun itu tinggal bersama istri, Dina Rohana, dan anaknya, Umar Alfaruq, yang baru berusia 3 tahun.
Mendengar ledakan, warga pun mendatangi rumah Anwardi. Pria kelahiran Aceh itu melarang warga mendekat. Melihat banyak warga yang datang, dia lantas mengancam akan meledakkan bom.
Pria yang dikenal tertutup itu kemudian masuk ke rumah. Menutup rapat pintu rumah bercat kombinasi putih dan pink tersebut. Beberapa saat kemudian, terdengar dua kali ledakan.
Mendapat laporan warga, Kapolsek BangilKompol M. Iskhak bersama anggota datang. Melihat anggota polisi, Anwardi kian beringas. Dia sempat mengejar dan menyerang Iskhak. Karena Iskhak lari, dia melemparkan tas berisi bom. Bom itu meledak, tapi tidak mengenai Iskhak.
Sebagaimana kesaksian warga bernama Idi Suryanto kepada Jawa Pos Radar Bromo, setelah menyerang polisi, Anwardi langsung lari ke dalam rumah. Dia mengambil motor dan membawa tas ransel di punggung. Dia hendak kabur.
Warga dan polisi tidak berani mendekat karena menduga ransel yang dibawa Anwardi berisi bom aktif. Warga berusaha melumpuhkan dengan melemparkan batu bata dan benda keras lain ke arah Anwardi. Seorang warga juga menembakkan senapan angin. Peluru mengenai dada Anwardi, tapi tidak mampu melumpuhkannya dan dia kabur.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
