
Paramedis mengambil sampel darah teman sejawatnya pada test serelogy untuk dokter dan paramedis di Siloam Hospitals Kebun Jeruk Jakarta, Selasa (11/8/2020). Dalam upaya menjaga kesehatan dan keamanan bagi para tenaga kesehatan, staf dan pekerja pendukung
JawaPos.com - Tercatat sudah 100 orang dokter meninggal dunia akibat pandemi virus korona baru atau Covid-19 di tanah air. Padahal dokter menjadi garda terdepan dalam menangani pasien yang terinfeksi Covid-19.
Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf, menyesalkan angka kematian tenaga medis yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, bertambahnya angka kematian tenaga medis tersebut merupakan konsekuensi dari model penanganan Covid-19 oleh pemerintah yang lemah dalam memprioritaskan aspek kesehatan.
“Mereka adalah aset bangsa yang amat mahal. Meskipun kita tahu bahwa kematian ada di tangan Allah, akan tetapi proses bagaimana mereka gugur itu lah yang seharusnya bisa diantisipasi. Ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah supaya di waktu mendatang tidak ada lagi hari berkabung,” kata Bukhori kepada wartawan, Senin (31/8).
Berdasarkan keterangan pers Ketua Gugus Tugas Covid-19 Nasional Doni Monardo pada 30 Agustus 2020 lalu, jumlah dokter paru di Indonesia hanya sekitar 1.976 orang. Sedangkan apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta jiwa, maka satu orang dokter paru harus melayani sekitar 130 ribu pasien. Sementara itu, berdasarkan rilis IDI pada 2019 jumlah dokter secara keseluruhan yang terdaftar di organisasi tersebut tercatat sebanyak 168 ribu orang.
Baca juga: 100 Dokter Meninggal Akibat Covid-19, DPR: Jam Kerja Harus Dievaluasi
Bukhori menilai pemerintah harus mengutamakan aspek kesehatan dari penanganan Covid-19 ini. Sehingga meninggalnya 100 dokter ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah.
"Kita benar-benar dibuat merinding ketika dihadapkan fakta bahwa sudah 100 dokter yang wafat akibat Covid-19 ini. Bertambahnya angka kematian tenaga medis ini tidak boleh dimaknai sebagai angka statistik semata, sebab mereka adalah bagian dari keluarga kita dimana keberadaan mereka sesungguhnya memiliki makna tersendiri bagi orang-orang di sekitarnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Bukhori meminta kepada pemerintah untuk menyertakan hati nurani, dan secara khusus kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk tenaga medis ini dibuatkan monumen khusus di depan Istana Negara.
Hal ini karena para dokter sudah menjadi garda terdepan terkait berperang terhadap pandemi Covid-19 di tanah air ini.
"Agar bisa dibuatkan monumen khusus di depan Istana dimana terdapat nama-nama mereka yang dicatat secara terkini untuk dikenang oleh publik sekaligus wujud penghargaan kepada mereka. Selain itu, monumen ini juga bisa berfungsi sebagai peringatan bahwa kematian adalah juru nasihat yang paling jitu,” pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=iCkMl90cjDI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
