
ISTIRAHAT: Tenaga kesehatan mengaso setelah menangani rapid dan swab test ratusan orang dalam sehari di GOR Delta, Rabu (24/6). (Boy Slamet/Jawa Pos).
JawaPos.com - Rapat virtual Komisi E DPRD Jatim bersama dinas kesehatan dan beberapa rumah sakit rujukan menghasilkan sejumlah catatan. Di antaranya, perhatian kepada nakes harus dioptimalkan. Nakes yang dimaksud bukan hanya mereka yang bertugas di RS rujukan. Tapi, juga di semua layanan kesehatan di Jawa Timur.
Ada beberapa materi yang dibahas dalam rapat kemarin. Wakil Ketua Komisi E Hikmah Bafaqih memerinci perlindungan nakes dan insentif yang menjadi fokus pembahasan. Dia mengatakan, ada kejanggalan data nakes yang terkena Covid-19 dan meninggal. Berdasar data Ikatan Dokter Indonesia (IDI), ada 22 nakes yang meninggal. ’’Tapi, laporan yang kami terima hanya delapan,’’ ucapnya. Perbedaan data itu akan disinkronkan. Politikus PKB tersebut mengatakan, data IDI menyebut ada 10 dokter, 2 bidan, dan 10 perawat yang meninggal. Jumlah tersebut sangat banyak. Bisa jadi, ada nakes lain yang mengalami nasib sama, tetapi tidak tercatat. ’’Seperti nakes yang bertugas di luar rumah sakit rujukan,’’ kata dia.
Bafaqih menilai, data tidak sinkron karena komunikasi belum lancar. Karena itu, komisi E meminta intensitas komunikasi antarlembaga ditingkatkan. Dengan demikian, data yang disajikan sesuai dengan fakta. Insentif nakes juga menjadi catatan pada pertemuan tersebut. Ada beberapa nakes di rumah sakit yang mengeluh insentifnya tak kunjung cair. Padahal, Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan Kemenkes.
Pada pertemuan itu terungkap bahwa data nakes yang berhak menerima insentif baru dikirim sepuluh hari lalu. Dinkes Jawa Timur beralasan, proses memasukkan data pada aplikasi Kemenkes butuh ketelitian tinggi. Ada nakes yang tidak masuk kualifikasi penerima insentif. Misalnya, sopir ambulans. Mereka tidak dianggap sebagai nakes. Padahal, risiko mereka sangat besar. Karena itu, komisi E minta pemprov memperhatikan nasib pengemudi ambulans yang mengangkut pasien Covid-19.
Pada bagian lain, Jawa Pos Radar Solo melaporkan, para nakes di Kabupaten Klaten dipastikan mendapat insentif. Dinkes Klaten sudah mengajukan insentif itu pada 16 Juni. Namun, verifikasi terus dilakukan sebelum pencairan. Jumlahnya mencapai Rp 1,4 miliar.
’’Insentif yang kami usulkan ini selama tiga bulan, yakni Maret, April, dan Mei. Baik yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas,’’ jelas Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan Dinkes Klaten Nurcholis Arif Budiman, Sabtu (27/6).
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7bPg-Yj93Ro
https://www.youtube.com/watch?v=GrgVEAozMlE
https://www.youtube.com/watch?v=nsxVjMXeNMg
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022