
Gubernur Jabar Ridwan Kamil memberi penjelasan usai rapat mingguan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9). Humas Pemprov Jabar/Antara
JawaPos.com–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menyatakan saat ini ada sekitar 17 hotel yang siap menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).
”Saat ini, kami menunggu sosialisasi dari pemerintah. Sudah ada 17 hotel yang siap. Mayoritas di Bandung sekitar 13 hotel. Kami dan Pemprov Jabar sedang mendata hotel mana saja yang siap menjadi tempat isolasi,” kata Ketua PHRI Jabar Herman Muchtar seusai rapat dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (28/9).
Herman menuturkan, untuk jumlah hotel yang bersedia menjadi tempat isolasi bagi pasien Covid-19 naik-turun. Sebelumnya ada 17 hotel lalu naik jadi 23 dan saat ini turun lagi jadi 17. Pemilik hotel yang menyatakan tidak bersedia dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 memiliki sejumlah alasan. Mulai dari belum jelasnya pemerintah pusat dan daerah menggunakan jasa mereka sampai desakan masyarakat di sekitar hotel meminta agar penginapan tersebut tidak dijadikan tempat isolasi.
PHRI Jabar, kata Muchtar, berharap pemprov bisa mengambil langkah lebih cepat dalam penentuan berapa ruang isolasi yang dibutuhkan dan berapa banyak hotel yang akan dipakai. ”Jadi jangan sampai kepastian ini terus diundur karena pihak manajemen perhotelan pun berkejar-kejaran dengan pemesanan dari masyarakat menjelang akhir tahun,” kata Muchtar.
Menurut dia, setiap akhir tahun mulai dari November sampai Desember jumlah okupansi masyarakat yang menginap di hotel akan tumbuh. Saat pemesanan menumpuk, akan lebih sulit melakukan pembatalan menginap bagi konsumen yang telah memesan kamar lebih dulu.
”Kami menunggu kepastian dari pusat karena daerah katanya akan ada rapat lagi. Kepastian ini diharap bisa lebih cepat,” ujar Muchtar.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, kepastian penggunaan hotel dan berapa banyak ruang isolasi yang dibutuhkan belum bisa dipastikan. Pemesanan hotel akan dibayarkan pemerintah pusat sehingga butuh koordinasi lebih lanjut berapa banyak ruangan yang akan dipersiapkan.
”Kami harus menelaah juga berapa harga hotel yang akan dijadikan ruang isolasi. Harga yang dikeluarkan Gubernur dan BPKP tidak boleh berbeda. Makanya saya belum bisa memberikan detailnya,” terang Setiawan.
Dia mencontohkan, untuk ruangan isolasi di Jabar pun belum semuanya terpakai. Di Gedung BPSDM, Kota Cimahi, saja baru terisi 20 persen. Kemudian tempat isolasi seluruh daerah di Jabar tingkat keterisiannya baru 40 persen.
Setiawan mengatakan, kesiapan hotel dan tempat lain menjadi ruang isolasi baru penting dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Berdasar prediksi banyak pihak kemungkinan lonjakan terjadi pada Desember. ”Pemprov Jabar ingin mempersiapkan ruang isolasi bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala. Kurang lebih kita membutuhkan 1.000 kamar di luar yang ada sekarang,” kata Setiawan.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=vmCLPe2qNeU

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
