
Suasana penyuntikan vaksin untuk para anak dan remaja usia 12-17 tahun dengan sistem drive thru di Kebon Jeruk, Jakarta, Rabu (07/07/2021). Vaksinasi yang di insiasi oleh YCAB Foundation ini menargetkan 800 hingga 1000 suntikan vaksin per hari dengan meng
JawaPos.com - Pemerintah masih mengkaji pemberian vaksin Covid-19 untuk anak usia 5 hingga 11 tahun. Ada beberapa pertimbangan yang membuat pemerintah tidak segera melakukan vaksinasi anak usia di bawah 12 tahun.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menuturkan, pemberian vaksin anak usia 5–11 tahun belum bisa dilakukan tahun ini. Sebab, pemerintah harus menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan emergency use authorization (EUA).
”Diharapkan segera mungkin (EUA) dikeluarkan setelah di negara asalnya digunakan untuk anak di bawah 12 tahun,” ungkap Budi.
Dalam mengeluarkan EUA, BPOM menggandeng ITAGI dan ahli. Itu dilakukan sebagai langkah hati-hati dalam memberikan izin penggunaan vaksin pada kondisi darurat. Sejauh ini ada tiga vaksin yang sedang diuji coba untuk anak usia 5–11 tahun. Yakni, Sinovac, Sinopharm, dan Pfizer.
"Rencananya setelah itu (EUA, Red) keluar, asumsinya akan bisa digunakan pada 2022,” ujar Budi.
Vaksinasi dengan sasaran anak memang tidak direncanakan sejak awal. Anak usia 12–17 tahun, misalnya, baru bisa mendapatkan vaksin Covid-19 pada Juli lalu. Sedangkan vaksinasi telah dimulai pada Januari. Dengan menambahkan usia 12–17 tahun, sasaran vaksinasi menjadi lebih banyak.
Hingga kemarin (27/10), baru sekitar 14,5 persen dari sasaran vaksinasi kelompok usia 12–17 tahun yang mendapatkan dosis pertama. Sedangkan yang sudah mendapatkan dosis lengkap mencapai 11,7 persen. Secara total, lebih dari 115 juta warga Indonesia yang mendapatkan dosis pertama dan 70 juta di antaranya telah menerima dosis lengkap.
"Vaksinasi remaja atau kelompok usia 12 hingga 17 tahun harus kita percepat karena sangat penting untuk memberikan perlindungan dan rasa aman dalam pelaksanaan PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
Dia meminta para orang tua dan sekolah bisa mendorong vaksinasi bagi anak yang berusia di atas 12 tahun. Menurut dia, vaksinasi terbukti dapat mengurangi risiko sakit berat jika terinfeksi virus Covid-19.
Sementara itu, di Amerika Serikat, jalan bagi anak usia 5–11 tahun untuk mendapatkan vaksin Covid-19 kian dekat. Selasa (26/10) Komite Penasihat Vaksin dan Produk Biologi Terkait yang dinaungi Badan Pangan dan Obat (FDA) melakukan pemungutan suara. Hasilnya, 17 orang setuju pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 5–11 tahun dan satu orang lagi memilih abstain. Tidak ada satu pun yang menolak.
Komite yang terdiri atas para pakar independen itu menyatakan bahwa manfaat pemberian vaksin jauh lebih besar daripada risikonya. Mulai melindungi kesehatan anak-anak hingga mengatasi berbagai masalah lainnya seperti akses pendidikan. Selama pandemi, sekolah-sekolah di seluruh dunia memang berlangsung secara online. Saat ini pun di banyak negara sekolah belum normal sepenuhnya, termasuk AS.
Setelah hasil voting keluar, FDA diharapkan segera memberikan izin secara resmi. Jika FDA sudah memberi lampu hijau, sekitar 28 juta anak-anak usia 5–11 tahun di AS bisa segera mendapatkan vaksin Covid-19. Diperkirakan, vaksin tersedia pada pertengahan November. Dosis untuk anak-anak telah dikurangi. Yaitu, hanya 10 mikrogram. Sedangkan dosis untuk orang dewasa 30 mikrogram.
Amanda Cohn, anggota komite yang berasal dari Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit (CDC), menjelaskan bahwa banyak anak yang tertular Covid-19 harus berada di ICU. Mereka juga membawa efek jangka panjang pasca penyembuhan. Banyak anak yang sekarat. Karena itu, dia merasa bahwa manfaat vaksin Covid-19 jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Secara teori, vaksin Covid-19 bisa menyebabkan miokarditis. Itu adalah peradangan pada otot jantung. ’’Ini adalah efek yang paling mengkhawatirkan, tapi kemungkinannya sangat rendah. Itu disebabkan dosis pada anak sudah dikurangi,’’ ujar dokter anak di Rumah Sakit Anak Philadelphia Paul Offit.
Meski begitu, beberapa pakar memperingatkan bahwa mereka tidak mendukung untuk mewajibkan vaksinasi di sekolah-sekolah. Hal itu harus menjadi keputusan pribadi keluarga yang bersangkutan.
Beberapa hari sebelumnya, pakar vaksin FDA Peter Marks menyatakan bahwa anak-anak yang berusia muda jauh dari bahaya Covid-19. Ada 1,9 juta penularan pada kelompok anak usia 11 tahun ke bawah dan 8.300 di antaranya dirawat di rumah sakit. Hanya sepertiganya yang membutuhkan perawatan intensif. Meski begitu, angka kematiannya mencapai 100 orang. Itu menjadikan Covid-19 sebagai 10 besar penyebab kematian pada anak-anak.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
