alexametrics

Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina Dinilai Sangat Strategis

Mantan Ketua Permira Beri Apresiasi
28 Juni 2022, 07:48:47 WIB

JawaPos.com- Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia Rusia (Permira) 2010-2011 Khoirul Rosyadi PhD turut mengapresiasi kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina pada 29-30 Juni. Dosen Sosiologi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) itu menilai, kunjungan presiden itu sangatlah strategis. Baik untuk Indonesia saat ini maupun masa depan.

Karena itu, direktur Pusat Studi Bahasa dan Budaya Rusia di Surabaya itu berharap segenap rakyat Indonesia untuk turut memberi support dan mendoakannya. Mungkin, ada sebagian yang menganggap upaya tersebut tidak populis. ’’Tapi, langkah Indonesia sudah tepat dan memang harus diambil oleh Presiden Jokowi,’’ ujar Khoirul kepada Jawa Pos, Senin (27/6).

Kedatangan Presiden Jokowi, bukan hanya sebatas tujuan jangka pendek. Yakni, terkait pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, November nanti. Agar Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mau datang.

Tapi, lebih dari itu. Menurut Khoirul, kunjungan itu untuk meneguhkan pesan dan sikap penting. Bahwa, jati diri Indonesia sejak dulu benar-benar sebagai negara cinta perdamaian. Dan, memiliki kepedulian tinggi akan kemanusiaan.

Walaupun, alumnus S-3 Sosiologi RUDN University Moscow itu menilai, kedatangan Presiden Jokowi itu mungkin tidak akan dapat menghentikan peperangan dua negara tersebut. Dia menilai, rasanya kecil kemungkinan Rusia mengakhiri begitu saja invasinya ke Ukraina. Sebab, akar persoalannya kompleks. Ibaratnya, hal itu menyangkut hubungan antartetangga. Ada etika, tata krama atau adab yang mesti dijaga.

’’Apa yang dilakukan Putin itu bagian dari pilihan-pilihan sebuah negara. Walaupun apapun alasannya, cara peperangan itu tentu tidak bisa dibenarkan, Nah, dalam konteks inilah kedatangan Presiden Jokowi ke Rusia dan Ukraina itu penting dan layak untuk diapresiasi, terlepas nanti mungkin saja hasilnya tidak sesuai ekspektasi. Apakah nanti bisa berdamai atau tidak, itu soal lain,’’ papar alumnus S-2 Sosiologi UGM itu.

Editor : M. Sholahuddin

Saksikan video menarik berikut ini: