
Adinda Cresheilla (IMAM HUSEIN/JAWA POS)
BELUM genap sebulan Adinda Cresheilla menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2022. Namun, perempuan asal Malang itu sudah harus bersiap mengikuti beauty pageant internasional pertamanya. Yakni, Miss Supranational 2022. Sabtu (25/6) Dinda –sapaan akrabnya– sudah bertolak dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Malopolska, Polandia, lokasi penyelenggaraan kontes.
Malam puncak Miss Supranational 2022 akan berlangsung pada 15 Juli di The Nowy Sacz, Malopolska, Polandia. Sebelum itu, Dinda harus mengikuti serangkaian prosedur dan karantina sejak akhir bulan ini. Senin (20/6) lalu Jawa Pos berkesempatan ngobrol dengan Dinda seusai peragaan busana di Hotel The Westin, Jakarta. Dia menceritakan persiapannya menuju Miss Supranational 2022 bersama tim dari Mustika Ratu dan Yayasan Puteri Indonesia (YPI). (c19/len)
Halo, Dinda. Persiapan Dinda menuju Miss Supranational 2022 sangat singkat atau minim. Kurang dari sebulan. Bagaimana Dinda dan tim dari Mustika Ratu serta YPI menyusun waktu persiapan?
Sehari setelah saya dimahkotai (27/5), kami langsung pemotretan dan bikin perencanaan training plus perawatan. Jadi, istilahnya memang belum sempat napas, tapi kami memaksimalkan dan mengoptimalkan waktu. On the other side karena langsung ngejar. Jadinya, saya semangat banget dan nggak sabar ke Polandia.
Miss Supranational 2022 adalah pageant internasional pertama bagi Dinda. Menurut Dinda, apa kelebihan yang membuat Dinda semakin percaya diri ikut kontes tersebut?
Alhamdulillah, hal yang sudah saya miliki adalah kesukaan saya tampil di depan umum. Saya percaya diri di depan kamera. Berkat orang tua dan orang di sekeliling saya, saya juga punya latar belakang pendidikan yang layak. Termasuk dalam hal bahasa Inggris.
Lantas, dalam jangka waktu singkat, apa yang Dinda prioritaskan untuk dilatih bersama tim?
Soal look atau penampilan. Sebelumnya saya mewakili Jawa Timur, sekarang saya mewakili Indonesia di Polandia. Di sana, saya harus menyesuaikan dengan kondisi. Kebetulan di sana lagi musim panas. Jadi, saya harus bisa menentukan, kira-kira look yang bagus dan sesuai bagaimana. Lewat penampilan yang tepat, saya mau menyampaikan pesan atau karakter saya tanpa mengatakannya.
Dinda punya latar belakang sebagai model dan aktif di berbagai kegiatan sebagai pembicara. Bagaimana dengan persiapan terkait catwalk dan public speaking?
Catwalk ala pageant berbeda dengan catwalk model. Alhamdulillah, untuk latihan catwalk saya didukung YPI dan dilatih Kelana Limster minggu lalu. Tiga hari kami genjot full day latihan. Kami bedah semua teknik catwalk, mulai swimsuit, evening gown, sampai national costume. Public speaking juga saya kembangkan terus.
Indonesia punya catatan prestasi yang baik di ajang Miss Supranational. Mulai placement hingga berbagai gelar atribut. Apakah Dinda merasa terbebani dengan hal tersebut? Atau termotivasi?
Beban sih, in some ways, ada. Tapi, saya mencoba melihat itu bukan sebagai tekanan, melainkan motivasi. Apa pun prestasi yang senior-senior saya dapatkan di tahun sebelumnya, Indonesia sudah membuktikan pencapaiannya di Miss Supranational. Saya berjanji melakukan yang paling maksimal dan terbaik di tahun ini.
Soal national costume, Indonesia juga langganan meraih prestasi gemilang dalam beauty pageant. Bagaimana keterlibatan dan persiapan Dinda dalam hal national costume?
Saya, bersama tim dari Naranaia dan Bubah Alfian, sudah brainstorming bareng untuk konsepnya. Dengan waktu yang tersedia, kami rancang konsep apa yang hendak diangkat. Karena saya suka bunga dan warna pink, kami putuskan untuk membuat kostum bertema bunga-bunga di Indonesia. Saya ingin menunjukkan keberagaman flora yang juga merefleksikan keberagaman di Indonesia.
Sejujurnya, apakah Dinda masih memiliki perasaan insecure ketika akan mengikuti kontes level internasional?
Insecure pasti ada. Apalagi, kita hidup di era media sosial yang membuat kita sering membandingkan diri. Tapi, dari situ saya belajar untuk tidak membandingkan diri. Kalau kita terus membandingkan diri dengan orang lain, rasanya pasti capek. Cukup ketahui bahwa masing-masing dari kita unik.
Apakah ada kontestan yang Dinda rasa akan jadi pesaing terberat?
Saya belum bertemu dengan semua kontestan. Karena sampai saat ini pun, ada beberapa perwakilan negara yang baru terpilih dan bergabung ke jajaran kontestan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
