
Petugas Kesehatan dari Puskesmas Kebayoran Lama di bawah Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan melakukan pemeriksaan tumbuh kembang anak di Kawasan Bungur, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Kegiatan rutin ini dalam program pencegahan stunting, u
Pemerintah Targetkan Penurunan Prevalensi 14 Persen pada 2024
JawaPos.com – Kondisi kurang gizi kronis atau stunting menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Hingga 2024, pemerintah menargetkan stunting dapat turun hingga 14 persen.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa stunting bisa mengakibatkan kerugian ekonomi suatu negara hingga 3 persen dari produk domestik bruto (PDB). Di Indonesia, kerugian akibat stunting bisa mencapai Rp 300 triliun. Selain itu, stunting mengakibatkan penurunan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ma’ruf mengatakan bahwa prevalensi stunting di Indonesia saat ini adalah 24,4 persen. Pemerintah memiliki ambisi pada 2024 prevalensi stunting menjadi 14 persen. Untuk itu, seluruh kementerian dan lembaga negara harus membantu.
Masyarakat, jelas Ma’ruf, harus diberi akses terhadap ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak. Langkah itu disebutnya bisa membantu mengatasi stunting. ”Ada berbagai upaya intervensi untuk mengurangi stunting. Salah satunya dari lingkungan,” katanya kemarin (26/3).
Wapres meminta semua pihak bekerja ekstra. Meski dalam tiga tahun terakhir ada peningkatan akses air minum yang layak sebanyak 1,5 persen. Saat ini ada 90,7 persen rumah tangga yang memiliki akses pada air bersih. Selanjutnya, untuk akses terhadap sanitasi, dalam tiga tahun terakhir naik hingga 2,9 persen. Namun, baru 80,2 persen rumah tangga yang merasakan sanitasi yang baik.
Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung persoalan stunting. Dia meminta adanya langkah terpadu untuk menyukseskan penurunan stunting. Menurut Jokowi, penurunan stunting harus dilakukan dari persiapan calon pengantin. ”Agar mereka tahu apa yang harus disiapkan sebelum nanti menikah,” tuturnya.
Jokowi ingin ada pendampingan kepada calon pengantin untuk persiapan kehidupan pasca pernikahan. Sebab, dikhawatirkan tidak semua calon pengantin tahu soal pemenuhan gizi anak. ”Meski punya uang banyak, mungkin tidak tahu caranya,” imbuh dia.
Presiden juga menekankan pentingnya memperhatikan gizi anak agar target pemerintah menurunkan angka stunting dapat tercapai. ”Urusan pemberian makanan tambahan pada anak,” ungkapnya.
Mantan gubernur DKI Jakarta itu menerangkan, rata-rata kasus stunting terjadi pada rumah-rumah yang tidak layak huni. Untuk itu, harus ada intervensi. ”Kalau intervensinya terpadu, semuanya akan menyebabkan target kita tercapai,” imbuhnya.

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
