
Sejumlah pejabat TNI mengenakan PDU 1 dengan desain baru saat Upacara Peringatan HUT ke-81 TNI pada Senin (5/10). (Kris/Biro Pers Setpres)
JawaPos.com - Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkap proses panjang dan makna di balik Pakaian Dinas Upacara (PDU) 1 untuk trimatra TNI. Bukan hanya usulan dari Mabes TNI, desain baru tersebut sudah mendapat persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan (Kemhan), uniform baru tersebut sengaja diperkenalkan dalam peringatan HUT ke-81 TNI. Kemhan menyebut, rancangan seragam resmi itu merupakan hasil pemikiran dan inovasi yang dikembangkan secara internal di lingkungan TNI.
”Sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas, kehormatan, dan tradisi TNI,” ungkap Kemhan dikutip pada Selasa (6/10). Tidak hanya internal TNI, rancangan desain PDU 1 Trimatra tersebut sudah melalui mekanisme pelaporan secara resmi dan memperoleh persetujuan langsung dari Presiden Prabowo Subianto selaku panglima tertinggi TNI.
Seragam PDU 1 Trimatra memadukan ketegasan karakter militer modern dengan kedalaman filosofi budaya nusantara. Desain itu mengadaptasi potongan seremonial yang terstruktur dari tailoring militer tradisional, dengan inspirasi khusus dari busana adat beskap modern.
”Sehingga menampilkan nilai-nilai luhur budaya nasional yang merefleksikan jati diri seluruh matra TNI,” imbuh Kemhan.
Dari sisi material, PDU 1 Trimatra terbaru menggunakan bahan yang disesuaikan dengan ketentuan dalam Peraturan Panglima TNI serta didukung penerapan teknologi garmen terkini.
Pemilihan material dan penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk menunjang kenyamanan, kerapian, dan ketahanan seragam. Dengan begitu bisa tetap mendukung penampilan serta kesiapan prajurit dalam melaksanakan tugas dan upacara kedinasan.
”Salah satu keunikan PDU 1 Trimatra terbaru tercermin pada detail desain di bagian kerah dan manset lengan yang sarat makna filosofis. Kerah berwarna merah menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan sekaligus penanda bagi perwira dan komandan,” terang Kemhan.
Khusus untuk bintara dan tamtama, warna dasar kerah diselaraskan dengan warna dominan seragam masing-masing matra. Detail rantai atau tambang pada kerah merepresentasikan simpul ikatan pengabdian yang kokoh dan tanpa bata. Desain itu menyatukan kekuatan Matra Darat, Laut, dan Udara dalam menjaga kedaulatan negara.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022