Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 21.36 WIB

Rumah Anggota AMPB Ditembak Orang Tak Dikenal Menjelang Aksi Demo Besar di DPR

Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

 

 

JawaPos.com - Aksi teror kembali dialami anggota Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang demonstrasi besar di Gedung DPR RI. Rumah anggota AMPB dihantam tembakan oleh orang tidak dikenal (OTK) hingga menyebabkan kaca pecah pada Selasa (25/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Insiden penembakan yang diduga menggunakan senapan angin tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap gerakan menyuarakan aspirasi di Jakarta. Di lokasi juga ditemukan adanya peluru atau pelor besi yang diduga digunakan oleh pelaku.

Tim Advokasi AMPB, Vander Waruwu, menegaskan, serangkaian intimidasi yang menyasar para aktivis tidak akan memadamkan gerakan perjuangan warga. Ia memastikan, masyarakat akan tetap turun ke jalan.

"Tadi malam, ya. Artinya intimidasi terhadap teman-teman AMPB itu sangat banyak. Tapi sekali lagi, itu tidak akan mengurangi spirit perjuangan teman-teman AMPB. Ada banyak bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis kita," ujar Vander di depan DPR RI, Rabu (26/8).

Ratusan Warga Pati Bergerak ke Jakarta

Di tengah ancaman teror, semangat massa AMPB tetap solid. Ratusan warga asal Pati, Jawa Tengah, dijadwalkan tiba di Jakarta pada Rabu (26/8) malam menggunakan lima unit bus pariwisata. Rombongan susulan ini bergerak sejak Rabu siang untuk menyatu dengan massa aksi lain.

Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok membenarkan keberangkatan armada tersebut. Kedatangan gelombang massa tambahan ini telah dikonsolidasikan secara matang bersama jaringan aktivis lintas daerah.

"Terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia. Dari Pati itu 5 bus ya, nanti jam 1 siang berangkat," jelas Botok di depan Gedung DPR RI.

Bawa Dua Tuntutan Utama ke DPR RI

Aksi yang dipusatkan di Jalan Gatot Subroto pada Kamis (27/8) ini membawa misi penegakan hukum yang tegas. Massa datang langsung ke Jakarta untuk merespons pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka ruang masukan publik.

Dua agenda utama yang diusung dalam aksi ini meliputi desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset dan penerapan hukuman mati bagi pelaku tindak pidana korupsi.

Botok membantah keras anggapan bahwa aksi ini bertujuan memicu kegaduhan politik. Ia menekankan gerakan AMPB murni mengawal kebijakan negara tanpa ada niat melengserkan pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok.

Ia juga menepis isu bahwa gerakan warga Pati ini ditunggangi oleh elite politik tertentu, 'Geng Solo', maupun kelompok penguasa lainnya. AMPB memastikan aksi ini murni aspirasi masyarakat bawah dari daerah dan tidak memiliki keterkaitan dengan kelompok lain yang pernah mengnamakan warga Pati dalam aksi sebelumnya.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore