Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 18.36 WIB

Rekening Mas Botok AMPB Diblokir, Rhenald Kasali Ingatkan Krisis Kanada hingga Hongkong

Prof. Rhenald Kasali. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Prof. Rhenald Kasali. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Langkah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memblokir rekening milik Supriyono alias Mas Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), memicu sorotan tajam dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Rhenald Kasali.

Pemblokiran rekening sebesar Rp80,9 juta tersebut dinilai berisiko menggerus kepercayaan atau trust publik terhadap industri perbankan nasional jika tak disikapi dengan bijaksana.

Tindakan pemblokiran yang bermula dari permintaan aparat penegak hukum ini dinilai Rhenald berpotensi memicu fenomena Streisand effect di era human disruption.

Efek psikologi publik ini justru membuat perhatian masyarakat luas tertuju pada aksi demo Pati akibat langkah pembatasan tersebut.

Peringatan Krisis Kepercayaan Perbankan

Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Rhenald mengingatkan pentingnya tata kelola (governance) serta mitigasi risiko yang matang bagi perbankan saat menerima instruksi pemblokiran. Ia menyayangkan apabila bank hanya berfokus pada legalitas formal tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.

"Saya ingin mengingatkan kepada teman-teman muda di Bank Mandiri, kalian boleh cerdas tapi kalau kalian tidak bijaksana, tidak membaca ini dengan tepat, tidak memiliki second line of defense dalam tata kelola yang kuat, maka kalian akan terombang-ambing. Alih-alih memblokir satu rekening, maka kalian kehilangan sesuatu yang sangat besar: trust," tutur Rhenald Kasali dikutip, Rabu (26/8).

Ia juga meminta aparat untuk tidak sembarangan mengambil tindakan pemblokiran terhadap rekening publik. Menurutnya, sejarah di berbagai negara membuktikan bahwa pembekuan rekening aktivis dapat memicu ketidakpercayaan massal pada sistem keuangan domestik.

"Sudah pernah terjadi sebelumnya di Kanada tahun 2022, ketika pemerintah ingin menggunakan Emergencies Act. Apa akibatnya? Akibatnya rakyat tidak percaya pada perbankan. Lalu kemudian dua tahun sebelumnya juga terjadi di Hongkong... Akibatnya uang nasabah pindah ke luar negeri. Hari ini sendiri Hongkong itu belum pulih kembali seperti dulu," tambahnya.

Kronologi Pemblokiran Rekening Logistik

Kasus ini bermula ketika AMPB menghimpun dana operasional dan logistik untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Dana donasi publik dan pribadi yang terkumpul di rekening Bank Mandiri atas nama Supriyono mencapai kurang lebih Rp80,9 juta.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore