
Prof. Rhenald Kasali. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Langkah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memblokir rekening milik Supriyono alias Mas Botok, Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), memicu sorotan tajam dari Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Prof. Rhenald Kasali.
Pemblokiran rekening sebesar Rp80,9 juta tersebut dinilai berisiko menggerus kepercayaan atau trust publik terhadap industri perbankan nasional jika tak disikapi dengan bijaksana.
Tindakan pemblokiran yang bermula dari permintaan aparat penegak hukum ini dinilai Rhenald berpotensi memicu fenomena Streisand effect di era human disruption.
Efek psikologi publik ini justru membuat perhatian masyarakat luas tertuju pada aksi demo Pati akibat langkah pembatasan tersebut.
Melalui unggahan di Instagram pribadinya, Rhenald mengingatkan pentingnya tata kelola (governance) serta mitigasi risiko yang matang bagi perbankan saat menerima instruksi pemblokiran. Ia menyayangkan apabila bank hanya berfokus pada legalitas formal tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang lebih luas.
"Saya ingin mengingatkan kepada teman-teman muda di Bank Mandiri, kalian boleh cerdas tapi kalau kalian tidak bijaksana, tidak membaca ini dengan tepat, tidak memiliki second line of defense dalam tata kelola yang kuat, maka kalian akan terombang-ambing. Alih-alih memblokir satu rekening, maka kalian kehilangan sesuatu yang sangat besar: trust," tutur Rhenald Kasali dikutip, Rabu (26/8).
Ia juga meminta aparat untuk tidak sembarangan mengambil tindakan pemblokiran terhadap rekening publik. Menurutnya, sejarah di berbagai negara membuktikan bahwa pembekuan rekening aktivis dapat memicu ketidakpercayaan massal pada sistem keuangan domestik.
"Sudah pernah terjadi sebelumnya di Kanada tahun 2022, ketika pemerintah ingin menggunakan Emergencies Act. Apa akibatnya? Akibatnya rakyat tidak percaya pada perbankan. Lalu kemudian dua tahun sebelumnya juga terjadi di Hongkong... Akibatnya uang nasabah pindah ke luar negeri. Hari ini sendiri Hongkong itu belum pulih kembali seperti dulu," tambahnya.
Kasus ini bermula ketika AMPB menghimpun dana operasional dan logistik untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Dana donasi publik dan pribadi yang terkumpul di rekening Bank Mandiri atas nama Supriyono mencapai kurang lebih Rp80,9 juta.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
