Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Agustus 2026 | 06.50 WIB

BGN Integrasikan Data Dukcapil Agar Penerima Manfaat MBG Tepat Sasaran

Kepala BGN Sudaryoni bersama Mendagri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Khusus Kemendagri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8). (Istimewa). - Image

Kepala BGN Sudaryoni bersama Mendagri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Khusus Kemendagri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8). (Istimewa).

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat sinergi melalui pemutakhiran dan integrasi data kependudukan untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin tepat sasaran.

Kerja sama ini juga ditujukan untuk meningkatkan akurasi data sekaligus mencegah pencatatan penerima manfaat secara ganda.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, data Dukcapil dapat membantu BGN mendata penerima manfaat secara individual, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Pendataan tidak lagi sekadar mencatat jumlah penerima, tetapi juga memastikan identitas penerima secara lebih akurat.

“Jadi tidak hanya data kuantitatif, angka jumlah penerima manfaat, tapi siapa penerima manfaatnya, bisa terdata,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Khusus Kemendagri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8).

Tito menegaskan, prinsip yang ingin diwujudkan melalui integrasi data tersebut adalah “satu orang, satu penerima manfaat”. Integrasi data tersebut juga dapat mencegah terjadinya pencatatan penerima secara ganda

Kepala BGN Sudaryono, mengatakan pemutakhiran data bersama Kemendagri menjadi bagian dari upaya BGN memastikan data penerima manfaat sesuai dengan kondisi layanan di lapangan.

Dalam proses tersebut, BGN menemukan adanya data ganda maupun data yang secara administratif tercatat, tetapi penerima belum mendapatkan layanan.

“Dukcapil, betul, tadi ditandatangani MOU dengan Kementerian Dalam Negeri, pemutakhiran data termasuk juga kita lihat kemarin kita sudah rapat koordinasi terbatas di Menko Pangan dan kita menemukan ada praktik lama, ada data-data yang double,” katanya.

Menurut Mas Dar, pemutakhiran data juga membantu BGN mengidentifikasi ketidaksesuaian antara data administratif dan kondisi faktual. “Jadi ada nama-nama yang penting kelihatannya banyak, tapi ternyata memang belum dilayani. Itu termasuk dari data pemutakhiran tadi,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore