
Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8). (Istimewa).
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan Radar MBG, sebuah portal digital yang memungkinkan masyarakat mengintip pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih terbuka sekaligus memantau sajian menu anak sekolah.
Kehadiran portal ini menjadi bagian dari upaya BGN memperkuat transparansi, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus membuka ruang partisipasi publik dalam pengawasan penyelenggaraan MBG di berbagai daerah.
“Kami sudah menyiapkan portal di mana masyarakat, khususnya orang tua, guru, kemudian kepala sekolah dan kepala daerah, dinas, itu bisa kemudian memonitor,” ujar Kepala BGN Sudaryono dalam Rapat Koordinasi Khusus antara Kementerian Dalam Negeri, BGN, dan pemerintah daerah di Jakarta, Kamis (13/8).
Melalui Radar MBG, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai sekolah yang menerima program, menu yang disajikan, kandungan gizi, foto makanan, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan tersebut. Informasi tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai pelaksanaan MBG di lapangan.
“Orang tua itu ingin tahu, anak yang sekolah di sekolah yang mendapatkan MBG, hari ini menunya apa. Maka kami sudah menyiapkan portal. Di sana bisa dilihat sekolah mana, menunya apa, foto menunya ada, gizinya mana, dan dari SPPG mana itu bisa dicek melalui yang kami namakan Radar MBG,” kata Sudaryono.
Menurutnya, keterbukaan informasi tersebut tidak hanya ditujukan sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi instrumen untuk memperkuat pengawasan bersama. Dengan informasi yang tersedia secara digital, masyarakat, sekolah, pemerintah daerah, maupun dinas terkait dapat ikut melihat dan memberikan perhatian apabila terdapat aspek pelaksanaan MBG yang perlu diperbaiki.
BGN juga terus meningkatkan kewajiban pelaporan digital bagi seluruh SPPG, termasuk dalam proses produksi makanan. Saat ini, sekitar 85 persen SPPG telah melakukan pengisian pelaporan secara digital.
Ke depan, BGN mendorong seluruh dapur MBG untuk melaporkan proses produksinya secara lebih konsisten sehingga informasi yang tampil dalam Radar MBG semakin lengkap.
“Kalau nanti dibuka tetapi gambarnya belum muncul, itu artinya SPPG-nya belum melaporkan atau belum memfoto. Kami sedang meningkatkan dan mewajibkan semua dapur secara digital melaporkan proses produksi,” jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
