
Mendagri Tito Karnavia berpidato dalam Sidang Senat Terbuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam rangka Wisuda IPDN di Gedung Balairung Rudini, Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7). (Puspen Kemendagri)
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, aparatur sipil negara (ASN) harus mampu beradaptasi dengan karakteristik setiap daerah penugasan. Selain itu, ASN juga harus siap melayani masyarakat yang sangat beragam.
Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan pada Sidang Senat Terbuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dalam rangka Wisuda Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Magister Terapan Ilmu Pemerintahan, Program Pendidikan Profesi Kepamongprajaan, dan Program Doktor Ilmu Pemerintahan Tahun Akademik 2025/2026 di Gedung Balairung Rudini Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Minggu (26/7).
Mendagri mengatakan, para lulusan IPDN akan menjadi bagian dari ASN yang berperan penting dalam mengelola administrasi pemerintahan secara efektif dan efisien.
Menurutnya, tantangan tersebut semakin besar karena Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah penduduk yang besar serta memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki kompleksitas yang tidak dimiliki banyak negara lain, baik dari sisi geografis maupun karakter masyarakat. Karena itu, setiap ASN dituntut memahami kondisi sosial yang beragam agar pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.
"Dan Indonesia kita adalah memiliki negara yang besar, itu harus kita betul-betul pahami. Negara kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Negara kepulauan terbesar dengan populasi terbesar adalah Indonesia. Ini mengandung kompleksitas sendiri untuk mengelola administrasi pemerintahannya," ujarnya.
Ia menambahkan, keberagaman Indonesia juga tercermin dari karakter masyarakat yang berbeda-beda. Mengacu pada pandangan seorang sosiolog, Mendagri menyebut Indonesia memiliki empat tipe masyarakat, yakni informative society, industrial society, agricultural society, dan pre-agricultural society. Masing-masing memiliki karakter dan kebutuhan pelayanan pemerintahan yang berbeda.
Karena itu, ASN tidak dapat menerapkan pendekatan yang sama di setiap wilayah. Menurutnya, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
"Dan itu akan berhadapan, adik-adik semua akan berhadapan sama mereka, harus melayani mereka. Karena adik-adik akan ditempatkan di mana saja di seluruh Indonesia. Dan harus siap dengan itu," jelasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022