Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 03.36 WIB

BGN Pastikan Ribuan Motor Listrik Sitaan Korupsi MBG Bakal Dimanfaatkan

Konferensi pers di Badan Gizi Nasional, Selasa (21/7). (Dimas Choirul/Jawapos.com) - Image

Konferensi pers di Badan Gizi Nasional, Selasa (21/7). (Dimas Choirul/Jawapos.com)

JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan motor listrik yang sebelumnya dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dimanfaatkan.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan saat ini proses pemanfaatan motor listrik tersebut masih menunggu perkembangan dari proses penyidikan yang berjalan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Menurut dia, sejumlah pihak telah mengusulkan agar motor listrik tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik. Di antaranya oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemendukBangga), penyuluh pertanian, hingga tenaga pendidik.

"Kemarin sempat memang ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu, seperti KemendukBangga untuk yang layani, penyuluh pertanian, dari guru juga ada," ujarnya saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).

Agustina menjelaskan, pada awalnya motor tersebut direncanakan untuk digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, setelah dikaji, kebutuhan kendaraan bagi kepala SPPG dinilai tidak terlalu mendesak.

"Yang sebenarnya menurut kami yang nggak membutuhkan lah, karena fungsi mereka (Kepala SPPG) kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ. Mereka nggak yang perlu motor untuk ke lapangan dan sebagainya," tuturnya.

Selain itu, BGN juga harus mempertimbangkan spesifikasi kendaraan yang tersedia. Sebagian motor yang telah terlanjur dibeli merupakan motor listrik jenis trail sehingga belum tentu cocok digunakan oleh semua calon penerima.

"Artinya, ya mungkin buat Ibu-Ibu kayaknya nggak cocok ya, kalau motor trail. Nah, itu hal-hal yang harus dipertimbangkan nih, karena kita bukan mulai dari nol nih, motor ada keberapa gitu," kata Agustina.

Ia menambahkan, distribusi kendaraan nantinya juga harus memperhatikan kondisi daerah penerima, termasuk ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masih sulit ditemui di daerah.

"Nanti misalnya untuk Ibu-Ibu yang anterin ompreng untuk 3B, dikasihnya motor listrik. Nanti nggak pas. Atau dikasihnya di daerah yang SPKLU-nya belum ada, padahal itu motor listrik. Nah, itu kan nggak bisa sembarangan," ujarnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore