
Konferensi pers di Badan Gizi Nasional, Selasa (21/7). (Dimas Choirul/Jawapos.com)
JawaPos.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan motor listrik yang sebelumnya dikaitkan dengan perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dimanfaatkan.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan saat ini proses pemanfaatan motor listrik tersebut masih menunggu perkembangan dari proses penyidikan yang berjalan di Kejaksaan Agung (Kejagung).
Menurut dia, sejumlah pihak telah mengusulkan agar motor listrik tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan publik. Di antaranya oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KemendukBangga), penyuluh pertanian, hingga tenaga pendidik.
"Kemarin sempat memang ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu, seperti KemendukBangga untuk yang layani, penyuluh pertanian, dari guru juga ada," ujarnya saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Selasa (21/7).
Agustina menjelaskan, pada awalnya motor tersebut direncanakan untuk digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, setelah dikaji, kebutuhan kendaraan bagi kepala SPPG dinilai tidak terlalu mendesak.
"Yang sebenarnya menurut kami yang nggak membutuhkan lah, karena fungsi mereka (Kepala SPPG) kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ. Mereka nggak yang perlu motor untuk ke lapangan dan sebagainya," tuturnya.
Selain itu, BGN juga harus mempertimbangkan spesifikasi kendaraan yang tersedia. Sebagian motor yang telah terlanjur dibeli merupakan motor listrik jenis trail sehingga belum tentu cocok digunakan oleh semua calon penerima.
"Artinya, ya mungkin buat Ibu-Ibu kayaknya nggak cocok ya, kalau motor trail. Nah, itu hal-hal yang harus dipertimbangkan nih, karena kita bukan mulai dari nol nih, motor ada keberapa gitu," kata Agustina.
Ia menambahkan, distribusi kendaraan nantinya juga harus memperhatikan kondisi daerah penerima, termasuk ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masih sulit ditemui di daerah.
"Nanti misalnya untuk Ibu-Ibu yang anterin ompreng untuk 3B, dikasihnya motor listrik. Nanti nggak pas. Atau dikasihnya di daerah yang SPKLU-nya belum ada, padahal itu motor listrik. Nah, itu kan nggak bisa sembarangan," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Pembangunan Gereja di Citraland Surabaya Ditolak Warga, Ternyata karena salah soal Perizinannya
Jadwal Siaran Langsung Sabah FC vs Persib Bandung di Dewata Challenge Series 2026: Live di Indosiar
5 Weton Aras Kembang yang Bisa Memikat Lawan Jenis karena Kharismatik danMempesona Menurut Primbon Jawa
