Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Juli 2026 | 02.14 WIB

From Local To Global, Banyuwangi Ethno Carnival Kekuatan Budaya Lokal yang Mendunia

Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mampu menyihir ribuan pasang mata penonton, Sabtu (18/7/2026). Event kebanggaan Kabupaten Banyuwangi yang telah memasuki tahun ke-14 itu, menjadi bukti kekuatan budaya lokal bisa mendunia. (Istimewa). - Image

Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mampu menyihir ribuan pasang mata penonton, Sabtu (18/7/2026). Event kebanggaan Kabupaten Banyuwangi yang telah memasuki tahun ke-14 itu, menjadi bukti kekuatan budaya lokal bisa mendunia. (Istimewa).

JawaPos.com - Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) sukses menyihir ribuan pasang mata penonton, Sabtu (18/7/2026). Event yang telah memasuki tahun ke-14 itu, menjadi bukti kekuatan budaya lokal bisa mendunia. 

"Kita dapat melihat sebuah semangat bersama 'from local to global'. Hal tersebut ditunjukkan melalui kekuatan budaya, inovasi, serta kreativitas masyarakat Banyuwangi melalui BEC. Kekuatan budaya yang mendunia," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat membuka BEC.

Khofifah menyebut, BEC memberi inspirasi terhadap kemajuan budaya dan peradabannya. Bukan hanya untuk Banyuwangi, tapi juga untuk Jawa Timur, Indonesia, dan dunia.

Seratusan talent dengan aneka kostum bertema "Perang Bayu" memukau hadirin dan para wisatawan yang datang. Mereka berjalan di sepanjang 2 kilometer dari Taman Blambangan menuju Jalan Ahmad Yani.

Ribuan orang tampak antusias. Mereka memenuhi seluruh area penonton, mulai dari sekitar panggung utama hingga kanan-kiri jalan sepanjang rute. 

BEC tahun ini juga disaksikan oleh delegasi perwakilan negara anggota ASEAN, negara East Asia Summit (EAS), serta anggota Pacific Islands Forum (PIF). 

Pagelaran parade kostum Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) mampu menyihir ribuan pasang mata penonton, Sabtu (18/7/2026). (Istimewa).

Tema "Perang Bayu" ditampilkan dalam lima fragmen sub tema. Melalui kostum, mereka menggambarkan perjuangan masyarakat asli Banyuwangi saat perang melawan tentara Belanda pada abad ke-18.

Khofifah mengatakan BEC juga menjadi wujud kreativitas para budayawan, seniman, dan pelaku industri kreatif di Banyuwangi. Melalui orkestrasi bersama pemerintah daerah, mereka mampu menghadirkan pertunjukan yang tak hanya menarik, tapi juga syarat nilai-nilai seni dan budaya.

"Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi selaku orkestrator dari seluruh kegiatan yang ada di Banyuwangi, terutama BEC. Mudah-mudahan Banyuwangi terus melejit dan maju. Serta masyarakat bisa terus membangun sinergi dari lokal menuju global," ucap dia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersyukur pagelaran BEC yang telah memasuki gelaran ke-14 pawai busana etnik tetap menjadi salah satu event yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat, mulai lokal hingga mancanegara.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore