
Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat di kawasan Jakarta Selatan. Saat ini sudah terbentuk 166 unit Sekolah Rakyat di Indonesia. (Humas Sekretariat Presiden)
JawaPos.com - Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang lahir dari keluarga miskin. Semenjak menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka, kehadiran sekolah rakyat dinilai bisa memangkas kesenjangan pendidikan di seluruh wilayah Tanah Air.
Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan, dari temuan survei manfaat paling banyak dirasakan masyarakat dari Sekolah Rakyat yakni berkurangnya kesenjangan pendidikan. Selain itu, mampu membantu meringankan biaya pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.
“Manfaat yang paling dirasakan dari program Sekolah Rakyat adalah mengurangi kesenjangan pendidikan sebesar 14,6 persen," ujar Yoki dalam Rilis Survei Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah & Isu Aktual Strategis pada Jumat (5/6).
Hasil lain dari survei itu diikuti meringankan beban biaya pendidikan sebesar 14,5 persen, dan meningkatkan akses pendidikan sebesar 14,1 persen.
Untuk diketahui, survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada periode 11-17 Mei 2026. Hasilnya menunjukkan 48 persen publik mengetahui program Pemerintahan Presiden Pabowo. Sementara tercatat 44,4 persen masyarakat menyatakan belum mengetahuinya.
Temuan survei itu menunjukkan masyarakat telah mulai merasakan sejumlah manfaat dari program tersebut. Persepsi positif terutama muncul pada aspek pemerataan kesempatan belajar dan pengurangan hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan.
Lanjutnya dia menyebut hasil survei menunjukkan program Sekolah Rakyat telah mulai masuk ke dalam perhatian publik. Tetapi, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mengetahui secara utuh mengenai tujuan dan manfaat program tersebut.
“Sebanyak 48 persen publik mengatakan mengetahui program Sekolah Rakyat yang merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, sedangkan 44,4 persen mengatakan tidak tahu,” ujarnya.
Dia menyampaikan tingkat sosialisasi Sekolah Rakyat terus berkembang di tengah masyarakat. Meski demikian, ruang untuk memperluas pemahaman publik terhadap program tersebut masih terbuka mengingat tingkat pengenalannya belum menjangkau banyak masyarakat.
Menurut dia tingkat keterlibatan langsung masyarakat dalam program tersebut masih relatif terbatas. Hal itu tercermin dari jumlah responden yang mengaku memiliki anggota keluarga atau anak yang menjadi peserta didik di Sekolah Rakyat.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
