Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Juni 2026 | 03.11 WIB

Poltracking: Sekolah Rakyat Dinilai Efektif Pangkas Kesenjangan Pendidikan

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat di kawasan Jakarta Selatan. Saat ini sudah terbentuk 166 unit Sekolah Rakyat di Indonesia. (Humas Sekretariat Presiden) - Image

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Sekolah Rakyat di kawasan Jakarta Selatan. Saat ini sudah terbentuk 166 unit Sekolah Rakyat di Indonesia. (Humas Sekretariat Presiden)

JawaPos.com - Kehadiran Sekolah Rakyat memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang lahir dari keluarga miskin. Semenjak menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto-Wapres Gibran Rakabuming Raka, kehadiran sekolah rakyat dinilai bisa memangkas kesenjangan pendidikan di seluruh wilayah Tanah Air.

Peneliti Poltracking Indonesia Yoki Alvetro mengatakan, dari temuan survei manfaat paling banyak dirasakan masyarakat dari Sekolah Rakyat yakni berkurangnya kesenjangan pendidikan. Selain itu, mampu membantu meringankan biaya pendidikan sekaligus memperluas akses belajar bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Manfaat yang paling dirasakan dari program Sekolah Rakyat adalah mengurangi kesenjangan pendidikan sebesar 14,6 persen," ujar Yoki dalam Rilis Survei Nasional bertajuk Evaluasi Kinerja Pemerintah & Isu Aktual Strategis pada Jumat (5/6).

Hasil lain dari survei itu diikuti meringankan beban biaya pendidikan sebesar 14,5 persen, dan meningkatkan akses pendidikan sebesar 14,1 persen.

Untuk diketahui, survei Poltracking Indonesia ini dilakukan pada periode 11-17 Mei 2026. Hasilnya  menunjukkan 48 persen publik mengetahui program Pemerintahan Presiden Pabowo. Sementara tercatat 44,4 persen masyarakat menyatakan belum mengetahuinya.

Temuan survei itu menunjukkan masyarakat telah mulai merasakan sejumlah manfaat dari program tersebut. Persepsi positif terutama muncul pada aspek pemerataan kesempatan belajar dan pengurangan hambatan ekonomi dalam memperoleh pendidikan.

Lanjutnya dia menyebut hasil survei menunjukkan program Sekolah Rakyat telah mulai masuk ke dalam perhatian publik. Tetapi, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum mengetahui secara utuh mengenai tujuan dan manfaat program tersebut.

“Sebanyak 48 persen publik mengatakan mengetahui program Sekolah Rakyat yang merupakan program unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, sedangkan 44,4 persen mengatakan tidak tahu,” ujarnya.

Dia menyampaikan tingkat sosialisasi Sekolah Rakyat terus berkembang di tengah masyarakat. Meski demikian, ruang untuk memperluas pemahaman publik terhadap program tersebut masih terbuka mengingat tingkat pengenalannya belum menjangkau banyak masyarakat.

Menurut dia tingkat keterlibatan langsung masyarakat dalam program tersebut masih relatif terbatas. Hal itu tercermin dari jumlah responden yang mengaku memiliki anggota keluarga atau anak yang menjadi peserta didik di Sekolah Rakyat.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore