Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 02.00 WIB

Siswa SMA dan SMK Dilatih Bangun Usaha Sendiri, Ribuan Pelajar Ikut Program Kewirausahaan Praktis

Siswa SMA dan SMK ikut pembelajaran kewirausahaan praktis untuk melahirkan puluhan bisnis pelajar. (Istimewa) - Image

Siswa SMA dan SMK ikut pembelajaran kewirausahaan praktis untuk melahirkan puluhan bisnis pelajar. (Istimewa)

JawaPos.com - Pembelajaran berbasis praktik makin relevan untuk menyiapkan siswa menghadapi dunia kerja dan tantangan ekonomi masa depan. Model pembelajaran kewirausahaan berbasis praktik mulai mendapat perhatian lebih besar di sekolah-sekolah Indonesia.

Dalam satu tahun terakhir, lebih dari 10.000 siswa SMA dan SMK di tujuh kota tercatat mengikuti program pendidikan kewirausahaan. Yakni menggabungkan praktik bisnis, literasi keuangan, dan kesiapan kerja secara langsung di lingkungan sekolah. 

Program tersebut bahkan mendorong lahirnya 35 bisnis pelajar dengan total omzet kolektif mencapai Rp 339 juta. Capaian ini menunjukkan bahwa pendekatan belajar berbasis pengalaman mulai dianggap lebih relevan dibanding metode pembelajaran yang hanya berfokus pada teori di kelas. 

Program Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) sejak Juli 2025 menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran kewirausahaan praktis di sekolah. Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar menyusun ide bisnis, tetapi juga menjalankan usaha sederhana, mengelola keuangan, hingga memahami dinamika dunia kerja secara langsung.

Country Manager Zurich Indonesia sekaligus Direktur Utama PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk Edhi Tjahja Negara mengatakan, pembelajaran praktis menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi kehidupan nyata.

“Melalui Entrepreneurship Program, kami ingin membantu siswa membangun kepercayaan diri, kemampuan membaca peluang, dan pengambilan keputusan finansial yang lebih baik. Capaian tahun pertama ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat memberikan dampak nyata dan mempersiapkan generasi muda dalam membangun masa depan,” ujar Edhi melalui keterangannya.

Dalam pelaksanaannya, siswa diajak mengenali peluang usaha, menyusun rencana bisnis, serta mengelola usaha mikro di sekolah. Mereka juga dilatih membangun kemampuan kerja sama tim, berpikir kritis, dan menyelesaikan masalah yang muncul selama proses menjalankan usaha.

Selain itu, aspek literasi keuangan menjadi bagian penting dalam program ini. Siswa diperkenalkan pada pengelolaan anggaran, kebiasaan menabung, pemahaman investasi, hingga pengenalan risiko keuangan. Program juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama sukarelawan profesional dari dunia industri untuk memberi gambaran nyata tentang lingkungan kerja.

Head of Enabling Social Equity Zurich Foundation Adriana Poglia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperluas akses pendidikan yang relevan bagi generasi muda.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore