
Ilustrasi: Perajin saat menyelesaikan pembuatan patung Garuda Pancasila di industri rumahan kawasan Bali Raya, Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (1/7/2021).(Dery Ridwansah/ JawaPos.com).
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat integritas dan budaya antikorupsi. KPK menilai, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan yang berintegritas.
“Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan juga fondasi moral dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas. Karena itu, pemberantasan korupsi pada hakikatnya merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Budi kepada wartawan, Senin (1/6).
Menurutnya, praktik korupsi bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Nilai ketuhanan mengajarkan kejujuran, amanah, serta tanggung jawab yang seharusnya menjadi pedoman bagi setiap penyelenggara negara.
“Korupsi lahir dari penyalahgunaan kepercayaan dan pengabaian terhadap nilai-nilai moral yang seharusnya menjadi pedoman setiap penyelenggara negara,” ujar Budi.
Budi menekankan, sila kedua yakni Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengingatkan bahwa seluruh kebijakan serta sumber daya negara harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas.
“Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, kita diingatkan bahwa setiap kebijakan dan sumber daya negara harus digunakan untuk sebesar-besarnya kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, penyalahgunaan anggaran negara pada akhirnya merugikan masyarakat karena menghilangkan hak mereka untuk mendapatkan pelayanan dan kesejahteraan yang layak.
“Ketika anggaran yang diperuntukkan bagi pendidikan, kesehatan, atau pembangunan diselewengkan, sesungguhnya yang dirampas bukan hanya uang negara, tetapi juga hak-hak masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan,” ucapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022