
Ilustrasi Whip Pink. (Nadia Putri Rahmani/ANTARA)
JawaPos.com - Bareskrim Polri mulai memburu para konsumen gas nitrous oxide (N2O) bermerek Whip Pink setelah kasus penyalahgunaannya viral di media sosial.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah influencer Instagram berinisial ZNM yang terekam melakukan aktivitas 'ngebalon'.
Kasus ini berkembang usai polisi menggerebek pabrik produksi Whip Pink milik PT Suplaindo Sukses Sejahtera (SSS). Penyidik kini memperluas penyelidikan dengan memeriksa pihak-pihak yang diduga membeli dan menggunakan produk tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, mengatakan pihaknya tengah mendalami keterlibatan sejumlah figur publik.
Baca Juga:Tipu 128 Korban Umrah Hingga Rugi Rp 12,145 Miliar, Polda Metro Jaya Tahan Bos Hanania Group
“Subdit 3 akan melakukan pemanggilan beberapa konsumen yang melakukan pembelian tabung Whip Pink, salah satunya adalah influencer platform Instagram. Yang bersangkutan membeli dan menggunakan produk gas N2O Merk Whip Pink dan sempat viral di jagat media sosial Instagram,” ujar Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso.
Dalam video yang beredar luas di Instagram, ZNM tampak menghirup gas dari balon yang diduga berisi nitrous oxide. Praktik tersebut dikenal dengan istilah 'ngebalon& dan belakangan ramai diperbincangkan karena efek halusinasi sesaat yang ditimbulkan.
Tak hanya ZNM, polisi juga memanggil YouTuber berinisial RV, selebgram APG, AM, dan seorang warga sipil berinisial CD. Namun, dua nama yakni ZNM dan RV dinilai tidak kooperatif lantaran dua kali mangkir dari pemeriksaan.
Akibatnya, penyidik Subdit III Dittipidnarkoba menerbitkan surat perintah membawa terhadap keduanya pada Jumat (29/5). Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol. Zulkarnain Harahap, membenarkan langkah penjemputan paksa tersebut.
“Dua kali dipanggil tidak datang dan Jumat, 29 Mei 2026, dikeluarkan surat perintah membawa untuk dihadapkan ke penyidik,” kata Zulkarnain.
Sementara itu, saksi berinisial AM disebut siap memenuhi panggilan pemeriksaan. Adapun APG meminta pemeriksaan dijadwalkan ulang setelah Iduladha.
“Untuk saksi APG konfirmasi akan hadir setelah Lebaran (Iduladha),” imbuhnya.
Polisi menilai pengungkapan jaringan peredaran gas N2O ilegal penting dilakukan karena tren penyalahgunaan 'ngebalon' mulai menyasar kalangan muda dan semakin terbuka di media sosial.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
