Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Mei 2026 | 00.56 WIB

Ayah Santriwati di Pekalongan yang Mengaku Hamil tanpa Berhubungan Badan Mengaku Menyesal Cucunya Diadopsi: Siapa Tahu nanti jadi Wali

 

Ilustrasi bayi.(Dok. Freepik)

JawaPos.com - Slamet, ayah F,22, santriwati yang viral mengaku hamil hingga melahirkan tanpa berhubungan badan, mengaku menyesal bayi yang dilahirkan anaknya diadopsi orang lain. Kendati demikian, karena cucunya sudah diadopsi secara resmi oleh seorang keluarga di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dia pun hanya bisa pasrah meratapi keputusan yang disepakatinya bersama keluarga.

"Bayinya ganteng. Ya, ada rasa sedikit menyesal harus kami serahkan ke pengadopsi, siapa tahu nanti dia jadi orang besar atau wali. Tapi kalau tetap di sini, ya tahu sendiri bagaimana lah. Nanti anak saya jadi dibully terus," ucapnya, dikutip dari Metropekalongan, Sabtu(27/5).

Slamet hanya berharap publik tak lagi membesarkan isu ini. Sebab kondisi mental F makin hari kian drop. Padahal awalnya, kata dia, F malah yang menguatkan Slamet.

"Awalnya malah dia yang menguatkan saya agar menerima kejadian ini dan mengajak menghadapi bersama. Tapi makin ke sini makin viral. Anak saya makin drop. Sekarang sudah saya larang lihat media sosial. Saya juga tidak lihat berita dan medsos," bebernya.

Fakta viralnya seorang santriwati berinisial F,22, di Pekalongan yang mengaku hamil hingga melahirkan tanpa berhubungan badan, satu persatu mulai terkuak. Dokter klinik yang membantu persalinan sang santriwati mengatakan, jika F melahirkan pada Desember 2025 silam di Klinik dr. Imamah, Kecamatan Doro. F melakukan persalinan hanya ditemani kedua orang tuanya, tanpa didampingi pihak yang mengaku sebagai ayah sang jabang bayi. 

"Iya, pasien datang pada tanggal 13 Desember 2025 pukul 22.00 dalam kondisi bukaan sudah lengkap (tinggal melahirkan). Pukul 22.30 bayinya lahir," terang dr. Imaamah Muqodassah.

Ia mengungkapkan, bayi tersebut seperti bayi pada umumnya dan dalam kondisi sehat. Berat badannya 2,9 kilogram, lingkar kepala 31 cm, lingkar dada 31 cm, dan panjang badan 48 cm.

"Kalau hasil identifikasi kami, usia kehamilan pasien itu 39 minggu. Dia juga belum pernah melahirkan sebelumnya, jadi itu persalinan pertamanya. Juga belum pernah keguguran," rincinya.

Imaamah juga menyebut, saat tiba di klinik hingga proses persalinan selesai, pasien hanya didampingi kedua orang tuanya. Tidak ada pihak yang mengaku ayah dari bayi pasien.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore