
Tampilan menu MBG yang disajikan SPPG Tembok Dukuh, Surabaya hari ini, Senin (11/5). (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah baru untuk memperkuat pengawasan kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui pengembangan aplikasi Review Menu MBG (Organoleptik).
Sistem tersebut dikembangkan untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan kewaspadaan seluruh Kepala SPPG serta mitra BGN dalam menjaga mutu makanan yang diterima para penerima manfaat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengungkapkan aplikasi tersebut memungkinkan proses pengawasan kualitas dilakukan secara langsung oleh pihak penerima manfaat di lapangan.
Pengguna aplikasi merupakan PIC Kelompok Penerima Manfaat MBG, yakni guru yang ditunjuk pihak sekolah dan kepala posyandu (Kaposyandu).
"Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem," ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (24/5).
Adapun indikator penilaian dalam aplikasi meliputi ketepatan waktu pengiriman makanan, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan. Dengan sistem tersebut, evaluasi kualitas MBG dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Berdasarkan data Dashboard Review Menu MBG per Sabtu, 23 Mei 2026 pukul 21.31 WIB, tercatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.
Data lain juga menunjukkan tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95 persen atau sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu maupun lebih awal. Hanya 35 laporan yang mencatat keterlambatan distribusi.
Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada 1.702 laporan atau sekitar 99,71 persen. Sementara pada aspek tampilan makanan, sebanyak 1.697 laporan atau 99,41 persen menyebut kondisi makanan layak dan sesuai standar.
Sedangkan dari sisi rasa makanan, sebanyak 1.688 laporan atau 98,89 persen menilai rasa makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
