
Michael Bambang Hartono yang meninggal dunia di Singapura, Kamis (19/3). (Istimewa)
JawaPos.com – Kabar duka datang dari dunia bisnis nasional. Salah satu konglomerat terbesar Indonesia, Michael Bambang Hartono, dikabarkan meninggal dunia di Singapura pada Kamis (19/3). Kepergiannya menandai berakhirnya perjalanan panjang sosok yang dikenal sebagai arsitek kesuksesan Grup Djarum sekaligus pemegang kendali salah satu bank terbesar di Indonesia.
Kabar duka ini sebagaiman dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum Budi Darmawan. Melalui pesan singkatnya, Budi memastikan bahwa Michael Bambang Hartono meninggal dunia di Singapura.
"Keluarga Besar PT Djarum berdukacita atas wafatnya Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura," ujar Budi Darmawan.
Michael Bambang Hartono lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939 dengan nama Oei Hwie Siang. Michael merupakan putra dari Oei Wie Gwan, pendiri bisnis kretek yang kelak berkembang menjadi raksasa industri rokok, Djarum.
Bersama sang adik, Robert Budi Hartono, ia melanjutkan tongkat estafet bisnis keluarga setelah wafatnya sang ayah. Michael menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro pada 1959–1963 sebelum terjun penuh ke dunia usaha.
Kariernya dimulai sebagai Direktur PT Djarum, perusahaan yang sempat berada di titik nadir akibat kebakaran hebat pada 1963. Namun, dari peristiwa itulah, ia bersama sang adik membangun ulang fondasi bisnis dengan pendekatan modernisasi produksi dan ekspansi pasar.
Di bawah kepemimpinan keduanya, Djarum berkembang pesat hingga menguasai pangsa signifikan industri rokok nasional dan mulai menembus pasar ekspor sejak awal 1970-an.
Transformasi bisnis tidak berhenti di situ. Melalui kendaraan investasi PT Dwimuria Investama Andalan, keluarga Hartono memperluas gurita usaha ke sektor perbankan dengan menjadi pemegang saham pengendali Bank Central Asia (BBCA).
Secara individu, Michael tercatat memiliki 27,02 juta saham BBCA atau setara 0,02 persen. Namun kendali utama berada di tangan keluarga melalui Dwimuria. Selain itu, grup ini juga menjadi pemegang saham utama Sarana Menara Nusantara (TOWR), perusahaan infrastruktur telekomunikasi yang menopang jaringan komunikasi nasional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
