
Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman: Pos Layanan Pemeriksaan Awak Angkutan (pengemudi dan kernet) pada masa mudik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Senin (16/3/2026)/(Istimewa).
JawaPos.com - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memperkuat upaya keselamatan perjalanan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi awak angkutan umum di Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman: Pos Layanan Pemeriksaan Awak Angkutan (pengemudi dan kernet) pada masa mudik Lebaran 2026 di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Senin (16/3/2026).
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan, peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan para pengemudi dan kernet yang akan mengantarkan masyarakat mudik berada dalam kondisi sehat, bugar, dan siap menjalankan tugas, sehingga perjalanan Lebaran dapat berlangsung aman dan nyaman.
Keselamatan perjalanan mudik tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan maupun infrastruktur jalan. Kesiapan fisik dan tingkat kewaspadaan pengemudi juga menjadi faktor penting dalam mencegah risiko kecelakaan selama periode mudik yang biasanya memiliki intensitas perjalanan tinggi.
Pemeriksaan awak angkutan ini dilakukan di enam wilayah pemantauan mudik, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Samarinda, Medan, dan Makassar. Program tersebut merupakan kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Perhimpunan Ergonomi Indonesia, serta sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.
Melalui kerja sama ini, para pengemudi menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari pengecekan kesehatan, wawancara, hingga pengujian berbasis komputer untuk mengukur kesiapan kerja, termasuk kemampuan waktu reaksi saat berkendara.
Baca Juga:Menaker Yassierli Tegaskan BHR Ojol Wajib Tunai, Minimal 25 Persen dari Pendapatan Bersih Setahun
Menaker menilai kondisi fisik pengemudi sangat memengaruhi tingkat kewaspadaan saat mengemudi, terutama ketika beban kerja meningkat selama masa mudik.
“Program pengujian K3 bagi awak angkutan umum ini merupakan program terbaru dari Kemnaker dan ini sangat penting. Kita tau pada masa mudik beban kerja pengemudi cukup berat. Dengan adanya pengujian K3 bagi awak angkutan ini, kami mengharapkan pengemudi yang berada dalam kondisi fit akan lebih waspada dalam menjalankan tugasnya,” kata Yassierli.
Ia menjelaskan, penurunan tingkat kewaspadaan dapat dideteksi melalui aplikasi yang dikembangkan oleh tim pemeriksa. Karena itu, kecukupan waktu istirahat menjadi faktor penting yang harus diperhatikan sebelum pengemudi bertugas.
Dalam peninjauan tersebut, Yassierli menemukan masih ada pengemudi yang belum memiliki waktu istirahat yang optimal sebelum membawa penumpang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
